Catatan Dahlan Iskan . 03/03/2023, 06:00 WIB

Choi Rubicon

Penulis : Admin
Editor : Admin

Membeli rumah atas nama orang lain memang berisiko. Tapi yang Choi lakukan mencerminkan hati baiknyi. Toh mertua sendiri. Tidak menyangka suatu saat mertua itu menjadi mantan.

Belakangan Choi ingin menjual apartemen tersebut. Choi juga memikirkan bagaimana nasib keluarga mantan suami itu. Maka Choi mencarikan Anthony rumah yang lebih sederhana. Dia akan membelikan keluarga mantan suami itu rumah. 

Kalau apartemen 4 kamar itu laku, Anthony akan pindah ke rumah yang lebih kecil. Pemberian Choi. 

Rencana itu sudah disampaikan Choi ke pengacaranyi. Pengacara minta bukti bahwa rumah 4 kamar tersebut memang dibeli dengan uang Choi. Bukti ada. Data antarbank bisa menunjukkan semua itu.

Penjualan rumah 4 kamar inilah yang membuat pembunuhan berencana terjadi atas Choi. Perencanaannya sungguh tidak cermat: mengapa Choi diambil saat mau menjemput anak dari sekolah. Pasti mudah ketahuan.

Choi memang sudah kawin lagi. Dengan suami yang kedua juga punya anak 2 orang. Ia anak orang kaya. Ayahnya serang pemilik restoran waralaba yang sudah go public. 

Bahwa akhirnya ditemukan di mana Choi berada, pastilah dari pengakuan Anthony. Bukan karena ada penemuan mayat busuk oleh seseorang. 

Choi ditemukan sudah dalam keadaan tidak genap. Di sebuah unit apartemen sewaan. Lokasi unit kamar itu amat jauh. Di pinggir laut di New Territory. Bukan yang mengarah ke Shenzhen, tapi yang mengarah ke pelabuhan Tiongkok, Yantian.

Anda sudah tahu: Hong Kong itu terdiri dari tiga wilayah. Yakni pulau Hong Kong, Kowloon yang disewa dari Tiongkok selama 100 tahun, dan New Territory yang juga disewa dari Tiongkok belakangan. Semuanya kini sudah kembali ke pangkuan Tiongkok. 

Rumah 4 kamar itu di Kowloon. Yakni di kompleks perumahan orang kaya. Di Kadoorie Hill. Di tengah-tengah Kowloon. Sedang kamar yang disewa di New Territory tadi berjarak sekitar 25 km dari Kadoorie Hill.

Kamar sewa itu rupanya bagian dari perencanaan. Yang menyewa Kwong Kau. Baru seminggu sebelumnya. Kamar kosongan. Tanpa meja, tanpa kursi, tanpa apa pun. Pintu, dinding dan jendelanya ditutupi terpal. Agar kalau ada percikan darah, percikan itu menempel di terpal. Tidak di dinding atau jendela. Lalu terpalnya, kelak, bisa dilepas dan dibakar.

Dari segi itu Kwong Kau sangat hati-hati. Ketika kamar sewa dikembalikan tidak akan ada petunjuk apa pun. 

Polisi menggerebek unit yang disewa itu. Ada kulkas di situ. Ada pencacah daging. Ada gergaji mesin. Ada gergaji tangan. Ada mesin pengiris daging. Ada sarung tangan.

Kulkas itu dibuka. Ada dua kaki  Choi. Lalu ada pot yang biasa untuk membuat sop. Ketika dibuka isinya remukan kepala Choi.

Belum ditemukan di mana bagian badan dan tangan Choi. 100 polisi dikerahkan. Termasuk para  penyelam. Dikerahkan juga ekskavator. Tempat timbunan sampah diaduk-aduk. Ada pengakuan beberapa karung dibuang di situ. Termasuk pakaian Choi. 

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id