Dia menilai, panitia seleksi atau pansel yang terdiri dari unsur Kemendikbudristek dan MenpanRB serta BKN sangat tidak profesional.
Dia juga mempertanyakan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) yang hingga saat ini tidak memberikan penjelasan
"Mas Nadiem Makarim hingga sekarang belum memberikan keterangan apa pun soal penundaan pengumuman PPPK guru ini. Kami mempertanyakan profesionalitas Panselnas," ungkap Iman.
Dia menilai, lambannya Panselnas dalam rekrutmen guru PPPK akan menjadi bom waktu terhadap pemenuhan kebutuhan guru nasional.
Sampai 2024, Indonesia membutuhkan 1,3 juta guru ASN. Di antara solusinya melalui jalur PPPK.
"Tetapi kemampuan manajerial pemerintah dalam rekrutmennya saja sudah buruk kalau tidak mau dikatakan gagal" tukasnya.
"Sudah 2 tahun mereka menanti keberpihakan pemerintah untuk mengangkat, sialnya pengumuman tak kunjung tiba. Apakah ada perlakukan terhadap pegawai pajak seburuk ini?", pungkas Iman. (*)