Konservatisme RADIKAL di Barat berdasar ras. Di negara2 berkembang, konservatisme radikalnya berdasar agama mayoritasnya. Bedanya Buddha, Hindu, Shinto tak ada cita2 internasionalnya. Katholik sdh kapok mbakar2 orang di abad pertengahan. Islam yg masih rawan
— Budiman Sudjatmiko (IG: masbud_sudjatmiko) (@budimandjatmiko) December 7, 2022
Berapa lama yg dibutuhkan tiap ajaran u/ beralih dr eksistensi => toleransi => hegemoni? Bukan soal angka tahun sih tp lebih ke kemampuan melakukan evaluasi atas kekonyolan2 masa kanak2 & akil baligh (pubertas)-nya.
— Budiman Sudjatmiko (IG: masbud_sudjatmiko) (@budimandjatmiko) December 7, 2022
Tapi utk mengatasi tindak pidana terorismenya, kita bisa belajar dr Srilanka yg berhasil melenyapkan terorisme terorganisir & berakar, Tamil Eelam (etnonasionalis Hindu) & Janata Vimukti Peramuna (nasionalis Marxis) atau Aljazair yg mengalahkan FIS (Islamis)
— Budiman Sudjatmiko (IG: masbud_sudjatmiko) (@budimandjatmiko) December 7, 2022