Silaturahmi yang terjalin itu, baik di dalam pemerintahan ataupun di luar pemerintahan.
"Terpilihnya Pemimpin Koalisi Pakatan Harapan itu juga jadi pertanda. Bahwa hubungan antara Indonesia dan Malaysia akan semakin dekat," terang mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI itu.
"Saya tidak melihat adanya isu yang bakal mengganggu hubungan kedua negara di masa pemerintahan Anwar," imbuhnya.
BACA JUGA:Piala Dunia 2022: Duel WAGs Hot Uruguay vs Korea Selatan, Cantik Amerika Latin atau Asia?
Dino berpendapat, tantangan akan hubungan kedua negara sangat besar.
Terutama bagaimana Indonesia dan Malaysia menyikapi berbagai persoalan, seperti krisis di Myanmar dan Rohingya. Persoalan-persoalan itu berdampak bagi Indonesia dan Malaysia.
"Indonesia dan Malaysia tentu ingin mendorong krisis Myanmar bisa terselesaikan dan demokrasi dapat kembali berjalan," kata Dino.
Karena itu, sambung Dino, Indonesia dan Malaysia perlu memperkuat ASEAN.
BACA JUGA:Anwar Ibrahim Dilantik Jadi PM Malaysia, Shamsul Iskandar: Hari Ini Saatnya Melakukan Perubahan
Terlebih lagi di tahun depan, Indonesia merupakan ketua ASEAN.
"Dan mungkin juga ada inisiatif global di mana Indonesia dan Malaysia bisa bekerja sama," tukas dia.