Update Gempa Cianjur 5,6 Magnitudo, Suasana Mencekam Para Korban Padati Rumah Sakit

fin.co.id - 21/11/2022, 17:09 WIB

Update Gempa Cianjur 5,6 Magnitudo, Suasana Mencekam Para Korban Padati Rumah Sakit

Suasana Rumah Sakit dipadati korban gempa Cianjur

BACA JUGA:BMKG Ungkap Penyebab Gempa Dangkal Cianjur 5.6 Magnitudo

Gempa Cianjur magnitudo 5,6 guncangkan tiga provinsi

Gempa magnitudo 5,6 di Cianjur, guncangannya dirasakan di tiga provinsi, yaitu Jawa Barat, DKi Jakarta dan Banten.

Gempa yang terjadi pada Senin, 21 November 2022  pukul 13.21 WIB itu juga mengakibatkan sejumlah bangunan rusak atau ambruk.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa magnitudo 5,6 terjadi di barat daya Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Menurut BMKG, gempa yang pusatnya berada di darat sekira 10 km barat daya Cianjur itu getarannya dirasakan pada skala V MMI di Cianjur, IV-V MMI di Garut dan Sukabumi, serta III MMI di Cimahi, Lembang, Bandung, Cikalong Wetan, Bogor, Rangkasbitung (Banten), dan Bayah (Banten).



Suasana Rumah Sakit dipadati korban gempa Cianjur-@bospurwa1-twitter

BACA JUGA:Gempa Cianjur 5,6 Magnitudo, 2 Warga Meninggal Dunia 4 Orang Luka-luka

BACA JUGA:Gempa Cianjur 5.6 Magnitudo Guncang Tiga Provinsi, Beberapa Rumah Rusak

"Di sini terasa gede banget, terus kabarnya di sini juga ada beberapa bangunan warga yang rusak," kata Desi Wahyuning (55), warga Cianjur.

Getaran akibat gempa yang terjadi pukul 13.21 WIB tersebut juga dirasakan pada skala II-III MMI di Rancaekek, Tangerang Selatan, DKI Jakarta, dan Depok.

Getaran berskala II MMI dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan pada skala III MMI, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seakan-akan ada truk berlalu.

Pada skala IV MMI, getaran akibat gempa pada siang hari dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah serta menyebabkan gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi.

Getaran pada skala V MMI dirasakan oleh hampir semua penduduk, membuat banyak orang terbangun, serta menyebabkan gerabah pecah, barang-barang terpelanting, serta tiang dan barang besar bergoyang.

Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat Indra Gustari mengatakan bahwa gempa yang pusatnya berada di darat pada kedalaman 10 km itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Admin
Admin
Penulis

Penulis di FIN.CO.ID sejak Maret 2022 yang fokus mengeksplorasi dunia Teknologi, Sepak Bola, dan Anime. Memiliki ketertarikan kuat pada isu-isu viral, ia berkomitmen menghadirkan konten yang segar, informatif, dan relevan dengan tren masa kini.