Elon Musk melakukan pembelian saham sebesar 5 persen pada pertengahan Maret hingga akhirnya pada April 2022, Musk berhasil jadi pemegang saham terbesar di Twitter.
Namun pada pertengahan Mei, Elon Musk memutuskan membatalkan rencana pembelian karena pihak Twitter tidak menyertaka informasi terkait akun palsu atau spam di platform.
Alasan ini, membuat para petinggi Twitter marah dengan Elon Musk. Sehingga melayangkan gugatan kepada bos Tesla di Pengadila Delawere, Amerika Serikat.
Perselisihan panas tersebut berlangsung panjang sampai akhirnya pada awal Oktober lalu, Musk sepakat untuk menghidupkan rencana pengambilalihan perusahaan, dengan syarat bahwa proses hukum dihentikan sementara.
Meski sejumlah analis menilai langkah akuisisi akan berdampak langsung terhadap operasional Twitter.
Lantaran cara pandang Elon Musk selama ini selalu bertentangan dengan visi media sosial ini.
Namun Elon Musk tak mau mundur. Dia menyatakan akan tetap memastikan pelonggaran kebijakan sehingga Twitter bisa jadi jejaring media sosial yang mendukung kebebasan bicara.
Weii twitter kenapa!! Gimana nasib fangirl, fancam, au on going, giveaway, jamet, meme, informasi, dllnya????????????????????#RIPTwitter pic.twitter.com/TRq4CanxtF
— heyyo_chan (@echany_) November 18, 2022
Udah pakai twitter dari umur 14 tahun dari zaman suka korea sampai sekarang suka bola gk tau gmna lagi klau twt dihapus,padahal twitter tempat ngefangirl ternyaman!!#RIPTwitter pic.twitter.com/ydAgyDkXCS
— Wahyuni (@kdwhynii) November 18, 2022Bagi aku Twitter itu tempat keluh kesah, ngelebay, nulis hal yg gak perlu di tulis, jdi fangirl juga tanpa takut ketahuan sama temen
— Panggilapaajaa (@Sprhm2) November 18, 2022
Jdi pliss jan di hapus yaa, yok ramaikan#RIPTwitter pic.twitter.com/NCcXKA0SYWNEW: Twitter just alerted employees that effective immediately, all office buildings are temporarily closed and badge access is suspended. No details given as to why.
— Zoë Schiffer (@ZoeSchiffer) November 17, 2022