Di lain pihak, Juru Bicara Presiden Rusia Vladimir Putin menolak menyebut mundurnya pasukan Negeri Beruang Merah dari Kherson, sebagai kekalahan yang memalukan.
Selama berminggu-minggu, Kremlin menganggap Kherson sebagai wilayahnya sendiri, setelah 'referendum' di 4 provinsi yang diduduki di wilayah timur dan selatan Ukraina.
Secara luas, pemungutan suara ini didiskreditkan oleh komunitas internasional.
BACA JUGA:Daftar Pemain Timnas Spanyol Piala Dunia 2022, Tanpa Ramos dan Thiago
Sementara Ukraina, terus berupaya merebut kembali wilayahnya.