Dalam setiap divisi VDV, terdapat kendaraan tempur seperti BMP, BTR, bahkan tank tempur.
VDV juga dilengkapi howitzer dan kendaraan anti serangan udara.
Dalam setiap konflik bersenjata, VDV selalu diterjunkan.
BACA JUGA:Terjun Payung Memompa Adrenalin, Butuh Kekuatan Mental sebelum Melompat dari Pesawat
Mulai dari Perang Dunia ke-2 hingga Perang Suriah.
Tercatat, misi tempur paling berdarah dihadapi VDV adalah Perang Afganistan.
Yaitu kerika 345th Independent Guards Airborne Regiment bertempur melawan 250 mujahidin Afganistan dalam pertempuran di Bukit 3234.
Pasukan VDV bertempur sengit dengan peralatan terbatas untuk mempertahankan markas mereka.
BACA JUGA:Bus Transjakarta Terbakar di Pulogadung Jaktim, Untung Tidak Ada Penumpangnya
Misi mereka awalnya adalah melindungi jalur konvoi perbekalan yang melintas di sekitar Bukit 3234.
Pelatihan keras membuktikan bahwa untuk mengalahkan pasukan VDV di Bukit 3234 bukanlah perkara mudah.
Berbekal kerja sama antara pasukan mortar dan tembakan akurat dari AKS-74, pasukan mujahidin dapat dipukul mundur walaupun beberapa desatnik harus meregang nyawa.
Keteguhan dan keuletan pasukan VDV menjadi bukti bahwa pasukan payung Rusia pantas diakui.
BACA JUGA:Sulastri Irwan, Calon Polwan Lulus 3 Besar Terbaik yang Digugurkan, Didatangi Kapolda Maluku Utara
Bahkan tidak sedikit personel VDV mendapatkan penghargaan bergengsi seperti Hero of Soviet Union, Medal of Suvorov, hingga The Order of Courage.