"Soal tak setuju dg bacapres tertentu ya main fair aja. Ada aturannya dan ada sopan santunnya. Dan pemilu itu kontestasi dan persaingan. Ya silahkan bersaing dan bermain dengan jujur dan baik aja," jelas Cholil.
BACA JUGA:Husin Shihab: Ideologi Khilafah Itu Sudah Sepatutnya Dihapuskan dari NKRI
"Saya sepakat tetap konsisten terhadap konsensus bernegara, tapi memplesetkan seperti yang dilakukan olehnya sangat tidak nasionalis-religius," pungkas Cholil.
Berikut cuitan Dede Budhyarto yang memelestkan Khilafah:
"Memilih capres jangan sembrono apalagi memilih Capres yang didukung kelompok radikal yang suka mengkafir-kafirkan, pengasong khilaf*ck anti Pancasila, gerombolan yang melarang pendirian rumah ibadah minoritas."
Malam ini sudah saya & dan tim sudah membuat keputuskan, Selasa tanggal 1 November 2022, akan membuat LP. Saya mununjuk Mohamad Taufiqurrahman dan Tasrif sebagai kuasa hukum saya.
— MudaAdalahKekuatan (@Hasbil_Lbs) October 29, 2022
Kawan, kita kawal kasus dugaan penistaan agama ini ya ????
Retweetkan kawan! pic.twitter.com/hWbrpB0sDD
Lawan saya bukan buzzer receh, tapi komisaris sombong itu!
— MudaAdalahKekuatan (@Hasbil_Lbs) October 29, 2022
Yang ada di barisan saya, kalian petarung ????
Saya sudah sampai di Jakarta. Seperti yg sudah saya katakan, jika dia tidak minta maaf, maka saya pribadi akan membuat LP. Segala konsekuensinya, saya pribadi yg bertanggungjawab.
— MudaAdalahKekuatan (@Hasbil_Lbs) October 28, 2022
Tuk yang terakhir kalinya, saya tunggu 2x24 jam kedepan permohonan maafnya! Rt kan kawan2 ???? pic.twitter.com/0Y2s3t6LwD