Internasional . 10/10/2022, 05:00 WIB
Menanggapi insiden itu, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, reaksi Ukraina terhadap ledakan besar itu menunjukkan "sifat teroris" Kiev.
"Reaksi rezim Kiev terhadap penghancuran infrastruktur sipil, menunjukkan sifat terorisnya," kata Juru Bicara Kementerian Maria Zakharova melalui Telegram.
Seperti diketahui, Jembatan Selat Kerch yang dibangun dengan biaya 3,7 miliar dolar AS atau setara Rp 56,39 triliun.
BACA JUGA:Kualitas Turun Pertalite Sekarang Lebih Boros, Ini Penjelasan Pengamat Otomotif
Jembatan itu menjadi simbol penting dari klaim yang dibuat Putin atas Semenanjung Krimea, yang direbut pasukannya dari Ukraina pada 2014.
Saat memimpin pembukaan jembatan pada tahun 2018, Putin menandainya dengan mengendarai truk untuk menyeberang.
Secara strategis, jembatan ini bermakna penting bagi tentara Rusia sebagai jalur pasokan bahan bakar, amunisi dan persenjataan ke zona perang di wilayah selatan Ukraina.
Sementara Moskow dapat memasok Krimea dengan kapal, dan melalui wilayah selatan Ukraina yang diduduk.
"Itu membuat Melitopol menjadi lebih penting bagi Rusia", kata Ryan.
Pejabat Ukraina tidak segera mengomentari penyebab kebakaran, yang terjadi sehari setelah Putin merayakan ulang tahunnya yang ke-70.
Mykhailo Podolyak, penasihat senior Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut kerusakan jembatan itu sebagai suatu permulaan.
Tanpa mengindikasikan keterlibatan Kiev.
BACA JUGA: 3 Polisi Curi Motor, Mahfud MD: Pecat dan Penjarakan
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id