Dana bergulir yang disalurkan melalui koperasi di Bali, akan memberikan manfaat ekonomi bagi para anggota koperasi yang merupakan pelaku UMKM di Bali yang terdiri dari sektor kuliner, fashuon, kriya, sampai jasa pariwisata.
"Hal ini seiring dengan pertumbuhan perekonomian Bali yang sudah mulai pulih," ucap Supomo.
Di acara tersebut, LPDB-KUMKM menampilkan produk-produk unggulan yang dihasilkan anggota koperasi yang menjadi mitranya.
(BACA JUGA:KBRI Belanda Dukung LPDB-KUMKM Perkuat Ekosistem Bisnis Koperasi dan Petani)
Diantaranya, Koperasi Jujur Utama Mandiri (Bali) yang mengusung UKM perajin binaan seperti Tenun Ikat Sri Sedana, produk perak (Devano Silver), dan Kios Panca Jaya (kerajinan tas).
Dalam kesempatan yang sama, MenkopUKM menyerahkan secara simbolis dana bergulir kepada tiga mitra LPDB-KUMKM yakni, KSPPS BMT Al Hidayah Ummat Sejahtera (Lombok Timur, NTB) sebesar Rp3 Miliar, Koperasi Konsumen Katala Batu Hijau (Sumbawa Barat, NTB) Rp4,5 Miliar, dan KSPPS Nur Indah Abadi (Jember, Jawa Timur) Rp2 Miliar.