(BACA JUGA:Mahasiswa-Buruh akan Kepung Istana dan DPR Protes Kenaikan Harga BBM, BIN Respon Begini... )
"Saya sebetulnya ingin harga BBM di dalam negeri tetap terjangkau dengan memberikan subsidi dari APBN," ucap Jokowi.
"Tetapi anggaran subsidi dan kompensasi BBM tahun 2022 telah meningkat 3 kali lipat dari Rp152,5 triliun menjadi Rp502,4 triliun rupiah dan itu akan meningkat terus," sambungnya.
Tak hanya itu Presiden Jokowi menyebut keputusan untuk menaikkan harga BBM adalah pilihan terakhir pemerintah.
"Ini adalah pilihan terakhir pemerintah, yaitu mengalihkan subsidi BBM sehingga harga beberapa jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian, dan sebagian subsidi BBM akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran," kata Jokowi.
Benar Prof. Dan kewajiban Pemerintah adalah melaksanakan amanat Konstitusi, baik pasal dan ayatnya, maupun Pembukaan UUD 45, yg pd alinea ke 4 nya tegas menyebut kewajiban2 Negara termasuk thd ketentuan;“dengan mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia”. https://t.co/1NOCQbCCQ4
— Hidayat Nur Wahid (@hnurwahid) September 3, 2022
Maka seharusnya Pemerintah peduli dg Rakyat yg makin susah akibat dari kenaikan BBM, yang daya beli mereka belum pulih akibat covid-19 dan kenaikan harga2 yg lain, di saat harga minyak dunia malah turun,maka mestinya Pemerintah dengarkan jeritan Rakyat, batalkan kenaikan BBM! https://t.co/lweiMyk31x
— Hidayat Nur Wahid (@hnurwahid) September 3, 2022
BLT? Itu juga bukan solusi tepat sasaran, selain validitas datanya bermasalah, BLT yg kecil nilainya juga tak cukup menutupi kebutuhan Rakyat akibat kenaikan BBM dllnya. Apalagi BLT hanya unt bbrp bulan, pdhl kenaikan BBM&dampak2nya terus berlangsung. Batalkan saja kenaikan BBM! https://t.co/GrwgBiizJR
— Hidayat Nur Wahid (@hnurwahid) September 3, 2022