Apakah Mudah Lupa Tanda Awal Alzheimer? Ini Kata Dokter

fin.co.id - 03/09/2022, 16:34 WIB

Apakah Mudah Lupa Tanda Awal Alzheimer? Ini Kata Dokter

Mudah Lupa, Image oleh Nebraska Department of Education dari Pixabay

JAKARTA, FIN.CO.ID - Anda baru saja mengerjakan sesuatu dan hendak mengerjakan hal lainnya. Masalahnya Anda lalu lupa hendak mau melakukan apa.

Atau Anda baru saja meletakan sesuatu dan lalu dengan mudah melupakannya setelah berapa saat.

Pertanyaannya, apakah mudah lupa adalah pertanda awal Alzheimer?

(BACA JUGA:Anda Lupa Sudah Minum Obat atau Belum, Apa Bahayanya Minum Obat yang Sama Berdekatan)

Menurut dr. Tirtawati Wijaya, lupa akan sesuatu tidak selalu bisa dikaitkan dengan kondisi seperti Alzheimer.

“Ada berbagai hal yang dapat menyebabkan seseorang menjadi pelupa, bukan melulu penyakit Alzheimer,” kata dr. Tirtawati Wijaya seperti dikutip FIN dari Alodokter.

Salah satu hal yang menyebabkan orang mudah lupa kata dr. Tirtawati, adalah dikeranakan kurangnya orang dalam konsentrasi alias tidak memberi perhatian penuh atas hal yang mereka lakukan.

Selain itu, mudah lupa itu juga bisa disebabkan oleh beberapa kondisi tertentu.

“Kurang tidur, insomnia, obstructive sleep apnea (apnea tidur), gangguan tidur lainnya, kelelahan, anemia, hipoksia, stress emosional dan depresi (adalah beberapa di antaranya).

Orang yang mengalami gangguan keseimbangan hormin, kekurangan gizi, sedang menjalani medikasi tertentu juga disebut dapat menyebabkan orang mudah lupa.

Apnea Tidur Berpotensi Sebabkan Alzheimer

Mereka yang memiliki apnea tidur sangat berisiko terkena Alzheimer di kemudian hari, sebagaimana dilaporkan ahli dalam sebuah studi.

Studi itu berhasil menunjukan bahwa mereka dengan apnea tidur, memiliki penumpukan toksik protein pada otak bernama beta-amyloid, yang memicu terjadinya Alzheimer.

Alzheimer adalah penyakit yang menyebabkan mundurnya kerja otak, dengan mengganggu daya ingat serta fungsi kognitif.

Penumpukan protein ini sendiri disebabkan oleh pernapasan yang terhambat, yang disebabkan oleh dengkuran hebat akibat apnea tidur.

Kendati demikian, para ahli berpendapat apnea tidur ini bukanlah tanpa solusi.

Studi itu menemukan bahwa dengan mengurangi dengkuran, dan meningkatkan aliran udara, dapat mencegah apnea tidur, salah satunya dengan menggunakan masker oksigen.

Studi ini sendiri dilakukan oleh para peneliti dari New York University, dengan melibatkan 208 partisipan berusia antara 55 hingga 90 tahun.

Anda atau pasangan kerap mendengkur setiap malam? Jangan anggap remeh dan mulailah mengambil tindakan.

Admin
Admin
Penulis

Penulis FIN.CO.ID