Selain itu, Politeknik STTT Bandung telah menjadi contoh baik pengelolaan pendidikan vokasi sehingga dijadikan benchmark oleh pendidikan vokasi lain.
Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri Kemenperin Restu Yuni Widayati menambahkan dalam persaingan global, industri tekstil Indonesia harus menggeser dirinya dari keunggulan komparatif ke keunggulan kompetitif yang lebih berbasis pengetahuan dengan menguasai teknologi dan mengejar inovasi melalui pendidikan dan penelitian dan pengembangan (R&D).
Keduanya tidak dapat dipisahkan dan menjadi tulang punggung industri tekstil nasional.
“Dari aspek pengembangan SDM dan ketersediaan bahan baku, penyelenggaraan pendidikan tinggi bidang tekstil menjadi sangatlah penting. Untuk itu, upaya adaptasi penyelenggaraan pendidikan bidang tekstil harus terus dilakukan,” terangnya.
Indonesian Textile Conference (ITC) merupakan event internasional yang digagas dan diselenggarakan oleh Politeknik STTT Bandung sejak tahun 2017.
Kegiatan itu mempertemukan ahli-ahli di bidang teknologi tekstil, garmen dan fesyen, dengan keterlibatan dan partisipasi aktif dari para peneliti, dosen, praktisi, bahkan mahasiswa. Konferensi tahun ini juga menjalin kerja sama dengan Fashion and Textile Department di Saxion University of Applied Sciences, Belanda.
ITC ke-4 Mengangkat tema The Future of Textile and Fashion: At the Intersection of Advanced, Sustainable, and 4.0 Technologies.