Selain karena pandemi Covid-19, perang Rusia-Ukraina juga membuat para buyer, terutama produk sepatu menurunkan ordernya. Hal itu kemudian berdampak pada penjualan sepatu ke luar negeri.
"Kondisi di luar negeri sedang tidak baik, akibat adanya pandemi terus dibarengi dengan ada perang Rusia-Ukraina membuat semua kena dampak di luar negeri," terangnya
"Akhirnya buyer-buyer menurunkan ordernya, bukan hanya di lndonesia di luar negeri juga kena dampak, terkait dengan penjualan produk sepatu yah," sambungnya.
Meski demikian, menurut Rudi, para pekerja yang terkena PHK jumlahnya tidak sampai ribuan seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Seperti yang tejadi di PT. Victory Chingluh jumlah karyawan yang terkena PHK hanya 289 orang dari 700 karyawan yang masih berstatus training.
Mereka yang di PHK adalah karyawan yang tidak memenuhi syarat sesuai kriteria perusahaan dan bukan karyawan tetap.
"Kalau yang di KMK nanti saya cek lagi yah, saya belum dapat informasi lagi, termasuk yang di Tungmung dan Shyang Fung itu juga sama nanti saya cek lagi," pungkasnya. (Rikhi Ferdian)