MUI Tetapkan Vaksin CanSino Haram karena Mengandung Ginjal Embrio Bayi
MUI menetapkan vaksin COVID-19 produksi CanSino Biologics Inc asal China bernama Convidecia haram.
Vaksin ini terbukti 64 persen efektif dalam mencegah orang mendapatkan gejala penyakit. Kelompok ahli vaksin WHO merekomendasikan vaksin untuk semua orang berusia 18 tahun ke atas.
Vaksin CanSino menggunakan virus tidak berbahaya yang disebut adenovirus untuk mengirimkan protein lonjakan virus corona ke dalam tubuh, yang kemudian memicu respons imun.
Teknologi vaksin ini mirip dengan vaksin yang dibuat oleh Johnson & Johnson dan AstraZeneca, yang menggunakan adenovirus yang berbeda.