Internasional

Dianggap Menyesatkan, Airbnb Kena Gugat di Australia, Konsumen Kehabisan Uang gegara Keliru Dolar

fin.co.id - 2022-06-09 18:17:34 WIB

Airbnb, Image oleh InstagramFOTOGRAFIN dari Pixabay

JAKARTA, FIN.CO.ID - Platform Airbnb tengah menikmati kesuksesannya dalam beberapa tahun terakhir ini, lantaran mampu membantu para pelaku bisnis menyulap properti mereka untuk disewakan.

Akan tetapi, Airbnb menurut Reuters, akan dihadapkan pada tuntutan hukum oleh regulator persaingan bisnis Australian Competition and Consumer Commission atau ACCC.

Alasan ACCC menggugat Airbnb ini terkait dengan tuduhan menyesatkan konsumen. Menyesatkan di sini adalah soal akomodasi yang diterapkan dalam transaksi aplikasi ini.

Airbnb dinyatakan menyesatkan pengguna platform di Australia antara Januari 2018 hingga Agustus 2021, lantaran menggunakan simbol mata uang "$" tanpa menyebutkan jika mata uang yang dipakai adalah dalam dolar Amerika Serikat.

"Kekeliruan Airbnb ini telah menyebabkan konsumen (pengguna platform Airbnd) kehilangan kesempatan mengambil (lebih banyak) pilihan," kata ACCC.

Akibatnya mengira nilai dolar yang tertera dalam aplikasi ini dalam dolar Australia, mereka yang menggunakan platform ini di Negeri Kangguru itu, harus mengeluarkan lebih banyak biaya dari yang sebelumnya mereka perkirakan.

"Selain mengeluarkan biaya lebih tinggi dari perkiraan, sejumlah konsumen (yang keliru soal status dolar ini) kehabisan uang karena konversi mata uang yang dilakukan penyedia kartu kredit," ungkap ACCC.

Oleh karena itu, AAC menuntut diberikannya penalti finansial berupa kompensasi kepada mereka yang terdampak atas kekeliruan ini.

Sementara menurut pihak regulator, Airbnb sedari awal sudah menyadari bahwa kurs dolar yang digunakan dalam platform mereka adalah dalam dolar AS. Airbnb sendiri disebut belum memberikan respon akan hal ini.

Admin
Penulis