Sebelumnya, dia mengaku sempat kecewa karena keberangkatannya tertunda karena pandemi COVID-19 di tahun 2020-2021. Terlebih dia sudah mendaftar sejak tahun 2010 lalu.
Namun, dia menyadari tertundanya pelaksanaan ibadah haji itu karena pertimbangan keselamatan para jemaah.
"Iya sempat kecewa tapi pas kasus COVID-19 mulai ramai ternyata penundaan ibadah haji selama dua tahun kemarin demi keselamatan para calon jamaah," ujarnya.
Njoh pun mengaku sudah melaksanakan segala persiapan yang menjadi syarat ibadah haji 1443 Hijiriah, mulai dari melakukan Meningitis serta vaksinasi COVID-19 dosis lengkap (booster).
"Alhamdulillah sudah semua vaksin Booster juga sudah, Insya Allah semua dilancarkan dan diberi kesehatan," tukasnya.
Sementara, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten Nanang Faturochman mengimbau para calon haji untuk tetap menjaga protokol kesehatan.
Meski saat ini Kasus COVID-19 telah melandai akan tetapi prokes harus tetap dijalankan. Para calon haji itu diimbau untuk selalu menjaga kesehatan.
"Prokes harus tetap dijalankan dan selalu jaga kesehatan, jangan sampai terpisah dari rombongan, berangkat utuh pulang juga harus utuh," pungkasnya. (Rikhi Ferdian)