Durian Low

fin.co.id - 06/06/2022, 08:07 WIB

Durian Low

Dahlan Iskan dan Datuk Low

Oleh Dahlan Iskan

INI dia, orang yang kekayaannya, hanya dalam dua tahun terakhir, naik sekitar Rp 30 triliun. Uang beneran. Resmi. Bayar pajak semestinya. Bukan hasil sembunyi-sembunyi.

Dan ia orang Indonesia. Hatinya baik, kerja keras, dermawan, memperhatikan lingkungan dan penampilannya sederhana.

Krisis selalu menghasilkan orang kaya baru –meski juga membuat banyak orang menderita.

Krisis energi dunia, dua tahun terakhir, berkah besar baginya: Datuk Low Tuck

Kwong. Ia pemilik Bayan Resource Group. Salah satu usaha tambang batu bara terbesar di Indonesia –meski baru separo ukuran Adaronya Boy Thohir dan KPC-nya Aburizal Bakrie.

Bayan Resource sudah lama masuk Bursa Efek Indonesia: 2008. Ia perusahaan publik. Angka-angka kinerjanya bisa dibaca oleh umum. Termasuk keuangannya.

Kode pasar modalnya: BYAN.

Belakangan ini harga saham BYAN melejit cepat seperti roket. Menjadi

54.000/lembar –saat saya menulis artikel ini. 

Bandingkan dengan dua tahun lalu yang masih Rp 14.000/lembar. Pun lima bulan lalu. Saat memasuki tahun baru.

Harga saham BYAN masih Rp 27.000/lembar. Berarti dalam lima bulan terakhir naik dua kali lipat.

Maka bila Anda membeli saham BYAN lima bulan lalu, hasilnya lebih besar dari usaha apa pun di Indonesia. 

Termasuk dibanding dengan bila Anda menempatkan uang di pinjol sekalipun. Yang tidak masuk akal itu. Yang membuat ribuan orang kehilangan investasinya itu.

Beda keduanya memang hanya dikit, beda satu huruf. Di BYAN uang Anda berlipat.

Admin
Admin
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca