Internasional

Jurnalis Cantik Al Jazeera Tewas Ditembak Tentara Israel di Kamps Palestina

fin.co.id - 11/05/2022, 23:30 WIB

Jurnalis Cantik Al Jazeera Tewas Ditembak Tentara Israel di Kamps Palestina

Shireen Abu Aqleh

PALESTINA, FIN.CO.ID-  Konflik antar negara Israel dengan Palestina menewaskan seorang perempuan yang berprofesi sebagai jurnalis veteran Al Jazeera yang bernama Shireen Abu Aqleh (51).

Jurnalis Shireen Abu Aqleh tewas tertembak di Kamps pengungsi Jenin, Tepi Barat, Palestina Pada Rabu, 11 Mei 2022.

Peristiwa terjadi ketika Shireen sedang meliput operasi penyerbuan pasukan Israel di Kamps Palestina. 

Seorang militer Israel menembaki Shiren dibagian kepala. kejadian tersebut Ia langsung dilarikan ke rumah sakit untuk diberikan pertolongan pertama.

Namun kondisi Shiren yang sudah kritis nyawanya tidak dapat tertolong dan diapun dinyatakan meninggal di rumah sakit.

(BACA JUGA: Namanya Aboli Usianya 19 Tahun, karena Penyakit Langka Ia Terlihat seperti Anak Kecil)

(BACA JUGA:Super Kaya dalam Semalam, Seseorang Menang 3,3 Triliun dari Undian Lotere)

kejadian tersebut dikonfirmasi langsung oleh Shatha Hanasya seorang jurnalis, sekaligus rekan kerja Shiren.

Shaha mengatakan empat wartawan termasuk Shiren sudah memakai rompi pers dan pengaman lainya, namun Tentara Isral melakukan tembakan kepada dirinya  dan kelompok lainya.

"Saya bahkan tidak bisa mengulurkan tangan untuk menariknya karena tembakan. Tentara bersikeras menembak untuk membunuh," kata Shatha Hanaysha, dikutip FIN dilansir dari Laman ALjazeera pada Rabu 11, Mei 2022.

Hanasya meneruskan, tidak ada konfrontasi anatara pejuang Palestina dengan tentara Israel.

"Kelompok jurnalis telah menjadi sasaran serangan Israel," kata Hanaysha.

Shireen Abu Akleh adalah salah satu koresponden lapangan pertama bergabung dengan Aljazeera, pada tahun 1997.

Direktur Pelaksana Aljazirah, Giles Trendle mengaku terkejut dan sedih dengan kematian Shireen Abu Akleh. Dia menyerukan penyelidikan transparan atas pembunuham Abu Akleh.

"Sebagai jurnalis, kami terus bekerja. Misi kami adalah untuk melanjutkan.  Kami tidak akan dibungkam meskipun ada upaya untuk membungkam kami. Misi kami adalah selalu melanjutkan untuk memberi tahu dunia apa yang sedang terjadi. Dan itu lebih penting," kata Trendle.

Admin
Penulis
-->