Kemudian pada paragraf berikutnya, dia menyebut para mahasiswa ini tidak mengenakan kerudung atau jilbab. Dia menyindir kerudung dan jilbab sebagai pakaian manusia gurun.
"Mahasiswi yang saya wawancarai, tidak satu pun menutup kepala ala manusia gurun. Otaknya benar-benar openmind," katanya.
"Mereka mencari Tuhan ke negara-negara maju seperti Korea, Eropa barat dan US, bukan ke negara yang orang-orangnya pandai bercerita tanpa karya teknologi," tuturnya lagi.
Artikel itu mendapat kecaman luas di media sosial. Sang rektor disebut rasis dan tidak pancasilais.
Kalau rektor itu klaim gak punya maksud menghina krn dia sendiri beragama Islam, maka kita bisa bilang Christiaan Snouck Hurgronje pun beragama Islam. Rektor itu terlihat arogan, menantang/ melecehkan orang2 yg meyakini hal2 yg berbeda dgn keyakinan dirinya, tapi ngaku toleran.
— Andi Sinulingga (@AndiSinulingga) May 4, 2022