Kapolsek Praya Timur IPTU Sayum, membenarkan peristiwa tersebut.
Dikatakannya orang pertama yang melihat MA tewas tergantung adalah orang tuanya.
Kronologinya, orang tua korban yakni Makrifat alias Amaq Hernawati, keluar dari rumahnya untuk membuka gerbang.
Pada saat sampai di bawah Pohon Mangga yang berada di halaman rumahnya, merasa ada sesuatu yang terbentur di kepalanya, sehingga orang tua korban menoleh ke atas dan melihat korban sudah dalam keadaan tergantung dengan seutas tali nilon warna biru.
“Melihat korban dalam keadaan tergantung, orang tua korban berteriak sehingga tetangga sekitar tempat kejadian ramai berdatangan, selanjutnya korban diturunkan dengan dibantu oleh warga sekitar,” ungkapnya, dikutip Kamis, 5 Mei 2022.
Dari keterangan saksi-saksi yang berhasil dihimpun, Penyidik Polsek Praya Timur mendapatkan keterangan bahwa sebelum ditemukan meninggal, orang tua korban pada malam sebelumnya sempat mendengar korban berkomonikasi dengan pacarnya.
Berdasarkan hasil pengecekan HP korban, ditemukan beberapa kali panggilan masuk, panggilan keluar dan SMS yang diduga pacar korban yang isinya “muk telang gare2 kmu Jak solah2 bae angen mu aok” yang artinya “kalau saya hilang gara gara kamu bagus bagus perasaannya ia”
Oleh karena itu dugaan sementara korban melakukan aksi gantung diri karena adanya permasalahan dengan pacarnya.