Semasa masih aktif bermain, pria dengan tinggi 176 cm ini berposisi sebagai gelandang bertahan.
Bernardo juga memiliki lisensi tertinggi dalam kepelatihan, yakni UEFA Pro. Bicara pengalaman, dirinya cukup kenyang sebagai pelatih.
Bernardo mengawali kariernya melatih pada 2001 sebagai asisten pelatih di akademi SL Benfica.
Lalu memperkaya diri dengan menjadi asisten pelatih di Alcobaca (2002), akademi Sporting Lisbon (2008), Carregado (2009), Belenenses (2010), dan Hidd SCC (2013).
View this post on Instagram
(BACA JUGA:Isi Ceramah di Markas PDIP, Cak Nun: PDI Sudah Tidak Tepat Berjuang Lagi)
Meski begitu, Bernardo pernah juga menjadi pelatih kiper di Alcobaca (2005). Lalu pernah jadi pencari bakat di FC Porto (2007).
Bernardo mengawali jadi kepala pelatih kala menukangi klub asal Portugal Tirsense (2014). Kemudian dirinya melanglang buana ke berbagai negara maupun benua (Asia dan Afrika).
Kini Bernardo bakal menjajal sepak bola Indonesia yang begitu keras terhadap pelatih jika tak sanggup menangani klub Liga 1.
Meski demikian ada fakta menarik yang bisa diketahui bersama oleh para penggemar sepak bola dari karier Bernardo. Simak.
(BACA JUGA:Sanjung Puan Maharani, Cak Nun Anggap Anak Megawati Itu Jauh Lebih Bijaksana)
1. Banyak Gelar Juara

Kepala pelatih anyar PSM Makassar Bernardo Tavares yang berkebangsaan Portugal.-Instagram/@bernardotavares80-
Sepanjang menjadi pelatih, prestasi Bernardo ternyata cukup mentereng karena mampu meraih beragam gelar juara di sejumlah klub.
Prestasi Bernardo mulai dari juara Goa Professional League (India) 2019-2020 (Last time the club won it was in 2008) dan Macau Premier League (China) 2018.