Namun, ketertarikannya pada pendidikan di luar negeri, mendorongnya untuk kembali daftar kuliah ke Belanda yakni di University of Amsterdam jurusan Bachelor of Liberal Arts and Sciences dan Wageningen University & Research jurusan International Land and Water Management.
"Yang di Belanda juga keterima di Wageningen University. Jadi, kalau yang di luar negeri aku keterima di 4 universitas," ucapnya
Siswa MAN IC jurusan ilmu sosial ini mengaku tak ada persiapan khusus untuk bisa diterima kuliah di luar negeri.
Bahkan, menurut dia, daftar kuliah ke luar negeri tergolong mudah terpenting memiliki nilai raport rata-rata 85 dan skor International Language Testing System (IELTS) minimal 6,5.
"Kalau persiapan khusus sih nggak ada yah, yang penting itu aja nilai raport, skor IELTS, dan satu lagi itu tes essainya diperhatikan. Aku malah mulai belajar untuk pendalaman itu seminggu sebelum daftar," paparnya
Meski begitu, dia mengungkapkan, dari semua pilihan yang sudah dia dapat dirinya ingin tetap kuliah di tanah air yakni di Universitas Indonesia (UI) dengan mengambil jurusan Hukum.
Terlebih, anak kedua dari dua bersaudara ini memang memiliki minat di bidang hukum dan bercita-cita menjadi salah seorang ahli hukum di Indonesia.
"Dari semua pilihan Insya Allah balik lagi ke tanah air (FH UI) Karena memang dari dulu aku tertarik di bidang hukum," ujarnya
Kendati demikian, siswa kelahiran tahun 2004 itu, tetap merasa bangga atas prestasi dan kerja kerasnya sehingga bisa diterima untuk kuliah di perguruan tinggi luar negeri.
Hal ini, menurutnya, bisa menjadi nilai lebih bagi Madrasah karena levelnya saat ini sudah skala internasional sehingga bisa bersaing dengan sekolah umum.
"Dan kebetulan mungkin aku segelintir dari potensi luar biasa di Madrasah yang beruntung terekspos jadi harapannya ke depan Madrasah bisa semakin berkembang lagi," tandasnya
Kontributor: Rikhi Ferdian