Nasional . 28/03/2022, 08:30 WIB
Kasus Pelanggaran Etika Berat dokter Terawan cukup panjang. Hasil sidang MKEK pada tgl 8 Feb 2022 disampaikan pada @PBIDI kelanjutan hasil MKEK dan Muktamar IDI tahun 2018. Keputusan MKEK tsb dibahas pd sidang khusus Muktamar IDI XXXI tgl 21-25 Maret 2022. pic.twitter.com/WtCbnUO87k
— Juru Wabah ???????? (@drpriono1) March 26, 2022Sebenarnya Keputusan MKEK sudah final dan wajib dilaksanakan oleh @PBIDI dan Perhimpunan Dokter Spesialis yg terkait, desuai AD-ART IDI. pic.twitter.com/53p735X994
— Juru Wabah ???????? (@drpriono1) March 26, 2022Pemecatan sementara dr. Terawan dilakukan tahun 2018, sebelum jadi MenKes. Bukan isu politik, tapi masalah pelanggaran etika kedokteran tak diselesaikan, tak ada itikad baik untuk menyelesaikannya. Kemudian ada penundaan agar ada perubahan, tapi tak pernah terjadi sampai 2022. pic.twitter.com/BbVaUJbW4e
— Juru Wabah ???????? (@drpriono1) March 26, 2022Pertimbangan yg disepakati MKEK dan pengurus IDI adalah "Tidak ada iktikad baik dari dr.Terawan untuk melakukan komunikasi dan menggunakan hak pembelaan diri sesuai keputusan Muktamar IDI ke XXX th 2018 di Samarinda", sehingga diputuskan pencabutan anggota IDI secara permanen. pic.twitter.com/igitwrCCzx
— Juru Wabah ???????? (@drpriono1) March 27, 2022
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id