Kasus pelanggaran Etika Berat dari dr. Terawan AP sudah diproses sejak tahun 2013. Prosesnya menjadi tidak tuntas karena tidak ada kemauan untuk melakukan klarifikasi dari dokter TAP. pic.twitter.com/0OVYZBiXSp
— Juru Wabah ???????? (@drpriono1) March 26, 2022Proses penilaian Pelanggaran Etika dilanjutkan dengan mendengarkan kesaksian ahli. Penilaian diajukan oleg MKEK IDI Wilayah DKI Jakarta ke @PBIDI . pic.twitter.com/7AzcZbEbKE
— Juru Wabah ???????? (@drpriono1) March 26, 2022Kasus Pelanggaran Etika Berat dokter Terawan cukup panjang. Hasil sidang MKEK pada tgl 8 Feb 2022 disampaikan pada @PBIDI kelanjutan hasil MKEK dan Muktamar IDI tahun 2018. Keputusan MKEK tsb dibahas pd sidang khusus Muktamar IDI XXXI tgl 21-25 Maret 2022. pic.twitter.com/WtCbnUO87k
— Juru Wabah ???????? (@drpriono1) March 26, 2022Sebenarnya Keputusan MKEK sudah final dan wajib dilaksanakan oleh @PBIDI dan Perhimpunan Dokter Spesialis yg terkait, desuai AD-ART IDI. pic.twitter.com/53p735X994
— Juru Wabah ???????? (@drpriono1) March 26, 2022