Piala yang dibuat untuk Grand Prix Mandalika memiliki beberapa arti yang terinspirasi dari semangat kompetisi dan balap itu sendiri.
“Desainer Tuksedo Studio mengambil inspirasi dari obor yang melambangkan menyalanya api kompetisi yang panas dan tidak pernah padam,” jelasnya.
Api tersebut sebagai simbol inspirasi dari bangkitnya perekonomian Indonesia. Terutama pada sektor turisme yang terdampak oleh pandemi.
“Berbentuk obor yang digunakan untuk estafet seperti pada ajang olimpiade,” imbuhnya.
Tuksedo Studio berharap piala yang melambangkan semangat dan kebangkitan Indonesia dapat diteruskan estafetnya secara berkelanjutan.
Itu sebagai bukti bahwa Indonesia tidak hanya mampu mengadakan event berskala internasional, tapi juga sebagai negara yang memiliki kemampuan artistik dan produksi tahap dunia secara terus menerus.
Piala itu dikerjakan oleh total 30 orang tenaga. “Pembuatannya sekitarnya dua minggu untuk 18 tropi. Kamis (17/3) pialanya sudah dikirim ke Mandalika,” paparnya.