Airlangga: Indonesia Punya Potensi Pendapatan Rp8 Ribu Triliun dari Perdagangan Karbon

fin.co.id - 15/03/2022, 14:56 WIB

Airlangga: Indonesia Punya Potensi Pendapatan Rp8 Ribu Triliun dari Perdagangan Karbon

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Indonesia memiliki potensi pendapatan dari perdagangan karbon senilai Rp8 ribu triliun.

(BACA JUGA:80 Persen Warga Sulsel Telah Suntik Vaksin, Airlangga: Berkat Peran Ulama dan Kiai)

Menko Perekonomian mengatakan, harga jual karbon dunia saat ini berkisar 5-10 USD/ton CO2. Hasil Kesepakatan COP-26 semakin meningkatkan permintaan global akan kredit karbon, sehingga membuat harga jual karbon menjadi lebih tinggi.

Ia mengatakan, hutan dan lautan Indonesia yang luas berpotensi menghasilkan kredit karbon yang dapat ditransaksikan di tingkat global untuk pencapaian target penurunan emisi di banyak negara.

Pertemuan G-20 dapat digunakan untuk melakukan kerja sama ini dengan negara-negara maju.

(BACA JUGA:Airlangga: Sulsel Jangkar Golkar untuk Menang Mutlak di Indonesia Timur)

Artinya, Indonesia memiliki potensi pendapatan sebesar 565,9 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 8.000 triliun dari perdagangan karbon dari hutan, mangrove dan gambut.

Terdapat lima sektor penyumbang emisi karbon, yaitu kehutanan dan lahan, pertanian, energi dan transportasi, limbah, serta proses industri dan penggunaan produk. Berbagai kebijakan pun telah disiapkan untuk menanggulangi emisi karbon di berbagai sektor tersebut.

Misalnya, kebijakan di bidang pertanahan, antara lain restorasi gambut, rehabilitasi mangrove, dan pencegahan deforestasi menjadi lahan pertanian. 

(BACA JUGA:Menko Airlangga: Percepat Investasi Green dan Blue Economy Dorong Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan )

Di bidang persampahan, termasuk pengelolaan sampah melalui ekonomi sirkular. Sektor fiskal mencakup penerapan pajak karbon dan penghapusan subsidi energi secara menyeluruh pada tahun 2030. 

Kebijakan yang diterapkan di bidang energi dan transportasi, misalnya dengan beralih ke kendaraan listrik hingga 95 persen dari total kendaraan dan menggunakan Energi Baru dan Terbarukan mendekati 100 persen pada 2060.

Admin
Admin
Penulis

Penulis FIN.CO.ID