Internasional

Kemlu: 9 WNI di Ukraina Masih Berada di Lokasi Perang

fin.co.id - 10/03/2022, 21:05 WIB

Suasana evakuasi WNI dari Ukraina ke Rumania

JAKARTA, FIN.CO.ID - Sebanyak 9 warga negara Indonesia (WNI) masih berada di lokasi perang antara Rusia-Ukraina.

Mereka masih berada di Chernihiv yang terjadi pertempuran. 

Kesulitan mengevakuasi juga kerana koridor kemanusiaan yang disepakati Rusia-Ukraina belum berjalan efektif di lapangan.

(BACA JUGA: Kronologi Evakuasi Puluhan WNI di Ukraina, Retno: Prosesnya Cukup Panjang)

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kemenlu Judha Nugraha menjelaskan hingga kini, pihaknya telah memulangkan 120 dari 165 WNI yang ada di Ukraina.

“Artinya, pascaketibaan 80 WNI menggunakan pesawat evakuasi khusus 3 Maret lalu, ada 40 lagi yang sudah bisa kita evakuasi keluar dari Ukraina,” katanya, Kamis, 10 Maret 2022.

Diungkapkannya, sebanyak 13 WNI masih dalam upaya evakuasi. Sembilan WNI di antaranya berada di Chernihiv, empat sudah berada di Lviv, dua dari Dimitrov, dan dua dari Kharkiv.

(BACA JUGA: Kemenlu: WNI di Ukraina Bakal Dievakuasi ke Polandia dan Rumania)

Menurut Judha, Lviv merupakan wilayah Ukraina bagian Barat yang relatif lebih aman.

Dia memastikan pihaknya akan terus berupaya mengevakuasi sembilan WNI di Chernihiv. Koridor kemanusiaan di sana belum berjalan efektif di lapangan.

“Upaya koridor kemanusiaan ternyata tidak efektif di lapangan. Kami sudah mengupayakan penjemputan dan sudah berkoordinasi dengan pihak terkait di lapangan, namun masih terjadi pertempuran di rute evakuasi,” katanya.

Sementara itu, dia menyebutkan sebanyak 32 WNI memilih tetap tinggal di Ukraina karena sebagian besar dari mereka menikah dengan pria warga negara Ukraina, sementara pemerintah setempat melarang pria dewasa untuk meninggalkan negara itu.

“Atas pilihan sendiri (mereka) memilih untuk tinggal bersama keluarganya. Dari 32 WNI itu juga termasuk pejabat dan staf esensial KBRI,” ujarnya.

Judha mengatakan jumlah WNI di Ukraina selalu bertambah dari data awal sebelum terjadinya serangan Rusia pada 24 Februari lalu.

“Ini salah satu tantangan yang kami hadapi karena ada WNI yang tidak lapor diri sejak awal, padahal kami sudah meminta untuk keakuratan dan kecepatan respons dari KBRI. Tentu, data yang akurat menjadi kunci utama,” katanya.

Admin
Penulis