(BACA JUGA:Ngeri! Presiden Putin Perintahkan Pasukan Anti Nuklir Rusia Bersiap)
"Subsidi sudah pasti membengkak, karena ICP (Indonesian Crude Price) mengalami kenaikan. Beban subsidi bbm dan listrik akan jauh meningkat karena acuan kita ICP. Selain itu, CAD (Current Account Deficit) juga meningkat jauh karena kita adalah net importir baik minyak mentah maupun produk termasuk juga LPG," pungkasnya.