Nasional

Usul Penundaan Pemilu 2024, Muhaimin Iskandar Bilang Disetujui Banyak Orang

fin.co.id - 27/02/2022, 09:21 WIB

Ilustrasi massa kampanye

JAKARTA,FIN.CO.ID - Wacana penundaan Pemilu pada 2024 mendatang, diklaim disetujui oleh banyak orang. 

Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar mengklaim, banyak orang yang setuju dengan usulan dirinya agar pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 ditunda. 

Diketahui, Muhaimin mengusulkan pendundaan Pemilu 2024 satu hingga dua tahun.

(BACA JUGA: Wacana Tunda Pemilu, AHY: Kok Ringan-ringan Saja Tabrak Konstitusi)

Dia mengatakan, pernyataan penundaan pemilu 2024 tersebut mengacu pada analisa big data perbincangan yang ada di media sosial. 

Dari 100 juta subjek akun di media sosial, sebanyak 60 persen mendukung penundaan pemilu dan 40 persen menolak.

"Big data mulai jadi referensi kebijakan dalam mengambil keputusan," kata Muhaimin, dikutip Minggu, 27 Februari 2022.

(BACA JUGA: Soal Usulan Pemilu 2024 Ditunda, PP Muhammadiyah Sentil Elit Politik: Jangan Tambah Masalah Bangsa)

"Pengambilan sikap bergeser dari sebelumnya mengacu pada survei, beralih pada big data," sambungnya.

Hal itu dikatakan Muhaimin saat memberikan pengarahan pada acara Bimbingan Teknis Fraksi PKB dan DPC PKB Se-Jawa Barat serta orasi politik bertajuk "Politik Kesejahteraan dan Kebahagiaan", di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (26/2).

Menurut Muhaimin, perubahan data terjadi karena survei hanya memotret suara responden pada kisaran 1.200-1.500 orang saja sementara responden big data bisa mencapai 100 juta orang.

"Pro kontra pilihan kebijakan ini akan terus terjadi seiring memanasnya kompetisi dan persaingan menuju 2024," ujarnya.

Dia mengakui temuan big data tersebut berbeda dengan temuan hasil survei yang kebanyakan menyatakan tidak setuju dengan wacana penundaan pemilu atau penambahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

Menurut dia, fakta politik survei terbaru menunjukkan kepuasan terhadap kinerja Presiden Jokowi tinggi yaitu 73 persen.

"Di atas 60 persen itu disebut tinggi, tapi tidak beriringan dengan persetujuan penundaan pemilu, sekitar 60 persen tidak setuju dan 40 persen mendukung," ujarnya.

Admin
Penulis
-->