Di sisi ekonomi, ujar dia, pertumbuhan berhasil keluar dari zona negatif dengan mencatat angka 3,51 persen pada kuartal III/2021, setelah sebelumnya melonjak hingga 7,07 persen pada kuartal I/2021.
Meskipun perekonomian melambat selama dua tahun pandemi, tetapi hampir tidak ada gejolak berarti yang bisa memicu krisis ekonomi.
Selain itu, pada tingkat global, peran strategis Indonesia semakin diakui dengan memimpin Presidensi G20.
Presiden Jokowi mendapatkan posisi tersebut dalam KTT G20 di Roma, Italia diikuti dengan lawatan ke Inggris untuk menghadiri KTT Perubahan Iklim (COP26).
Selanjutnya, pada 2023 Indonesia mendapatkan giliran sebagai Ketua ASEAN.
"Kendati kepuasan publik tinggi, pemerintah harus memperhatikan sejumlah hal seperti kenaikan harga komoditas yang dibutuhkan masyarakat khususnya minyak goreng," ujar Okta.
Survei CPCS dilakukan pada 21 hingga 30 Januari 2022 dengan jumlah responden 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia.
Responden dipilih dengan metode multistage random sampling dengan margin of error sekitar 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.