Oknum tersebut menjemput kemudian menawarkan jasanya, yang membuat keresahan warga negara asing.
“Di situ nanti akan dipotong dari hasil komunikasi dan koordinasi dengan pihak imigrasi, tentunya sudah tidak ada lagi jalur-jalur tersebut harus bersih dari orang-orang yang mencoba memanfaatkan situasi tersebut,” ujar Dedi.
Untuk mengantisipasi hal itu, Dedi mengatakan, Polri telah memasang aplikasi Monitoring Presisi di pintu keluar imigrasi sampai dengan pengantaran ke tempat hotel karantina, termasuk pada saat karantina.
(BACA JUGA:Tembak-Tembakan dengan Laskas FPI, Briptu Fikri: Pengalaman yang...)
“Jangan sampai ada pelanggaran-pelanggaran lain,” kata Dedi.