Disuruh Cepat Keluar, Perempuan Cantik Asal Cianjur Dibunuh di Kamar Eks Lokalisasi

Polisi berhasil meringkus seorang pria yang diduga sebagai pelaku pembunuh perempuan cantik asal Cianjur yang terjadi pada Senin 24 Januari.

Disuruh Cepat Keluar, Perempuan Cantik Asal Cianjur Dibunuh di Kamar Eks Lokalisasi
Roynaldi Ade Pradana (20), pelaku pembunuhan terhadap Sulastri alias Lusi (20) di Wisma Zen eks Lokalisasi Peleman. (Radar Tegal)

SLAWI, FIN.CO.ID -- Kasus dugaan pembunuhan terhadap perempuan cantik asal Cianjur pada Senin 24 Januari lalu akhirnya terungkap.

Polisi berhasil meringkus seorang pria yang diduga sebagai pelaku pembunuh Lusi yang berinisial RAP, dan sekaligus teman kencan korban.

Korban bernama Sulastri alias Lusi berusia 19 tahun asal Cianjur tewas di sebuah kamar eks lokalisasi Peleman, Desa Sidaharga, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal.

(BACA JUGA:Sakit Hati Tak Diajak Cari Kerja, Mulut Teman Dilakban Hingga Tewas Kehabisan Nafas)

Sebelumnya, Lusi ditemukan tewas setelah ngamar bersama RAP di eks lokalisasi tersebut dengan tarif kencan Rp200 ribu.

Peristiwa terjadi saat kencan hingga terjadi hubungan badan, Lusi meminta RAP menyudahinya, permintaan tersebut membuat kesal pelaku.

Sebab, nafsunya belum terlampiaskan dan sudah membayar sesuai dengan kesepakatan. Pengakuan tersebut disampaikan RAP kepada penyidik.

(BACA JUGA:Usai Suntik Perbesar Payudara, Dua Waria Ditemukan Tewas )

“Saya khilaf dan emosi saat diminta cepat keluar kamar. Katanya masih ada tamu lagi,” tutur RAP.

Atas hal itu, dia emosi dan langsung mencekik korban dan selanjutnya, RAP memutuskan pulang.

Dia baru mengetahui bahwa Lusi meninggal setelah membaca pemberitaan online dan medsos.

Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafaat melalui Wakapolres Kompol Didi Dewantoro didampingi Kasat Reskrim AKP I Dewa Gede Ditya dan Kasi Humas AKP Supratman mengatakan pemicu pembunuhan adalah karena tersangka emosi.

(BACA JUGA:Tak Manusiawi! Guru Hukum 16 Siswa Kelas 3 SD yang Berisik di Kelas Makan Sampah)

Menurut Wakapolres, tersangka emosional ketika korban meminta menyudahi hubungan intimnya secara tiba-tiba di kamar Wisma Zen eks Lokalisasi Peleman di Desa Sidaharja, Kecamatan Surada, Kabupaten Tegal.

Emosi pelaku semakin memuncak, karena ternyata dia diminta cepat-cepat keluar dari kamar lantaran sudah ada tamu lain yang akan diservis korban.

Berita Terkait