News

Tracing Omicron, Telusuri Siapa Saja yang Karantina Sejak 24 November di Wisma Atlet

fin.co.id - 2021-12-16 21:01:28 WIB

Pesawat milik maskapai Citilink terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Ruang di Bandara Sam Ratuangi, Manado, Sulawesi Utara

JAKARTA - Varian Omicron akhirnya masuk juga ke Indonesia. Yang terpapar dalah petugas kebersihan di Wisma Atlet, Pademangan, Jakarta. Diduga kuat, petugas kebersihan itu tertular dari oleh pasien Omicron yang baru pulang dari luar negeri."Yang terpapar adalah petugas cleaning service. Sehari-hari bekerja di lokasi karantina. Dia ketahuan saat swab rutin. Dia juga nggak tahu karena tanpa gejala. Diambil spesimennya 8 Desember. Artinya, petugas cleaning service ini bukan yang menjadi penular. Tetapi, dia pasti ditulari oleh pelaku perjalanan internasional di karantina," kata epidemiologi Universitas Airlangga (Unair), Windhu Purnomo, Kamis (16/12).Dia menghitung 14 hari ke belakang dari waktu si petugas kebersihan diambil spesimennya. Dalam rentang waktu tersebut, bisa saja terjadi penularan. Orang yang menulari juga sudah keluar dari karantina."Petugas cleaning service itu akn diambil spesimen tanggal 8 Desember. Kita hitung ke belakang tanggal 24 November. Jadi antara tanggal 24 November sampai 8 Desember, pasti ada yang menulari petugas kebersihan ini. Padahal karantina itu kan cuma 10 hari. Orang yang menulari juga sudah pulang karena hasil tesnya sudah negatif. Yang dikhawatirkan itu yang ditulari orangnya sudah pulang. Ini yangyang harus ditracing," tegasnya.Dia mendorong agar pemerintah melakukan tracing yang sangat massif. Tidak boleh hanya tracing 30 orang seperti anjuran WHO. Sebab, penularan ini terjadi di tempat karantina."Semua yang pernah dikarantina di tempat petugas kebersihan itu terkena, wajib ditracing. Pekerja migran siapa saja yang sejak 24 November itu dikarantina dan sudah dipulangkan. Kabupaten/kota juga harus mengawasi," tuturnya.Windhu menduga telah terjadi transmisi lokal. Sebab, kasus ini baru ketahuan ketika petugas kebersihan dinyatakan negatif. "Kan ini baru ketahuan. Sudah ada yang pulang. Mungkin sudah terjadi transmisi lokal. Karena tampaknya Omicron ini penularannya cepat. Tetapi tidak lebih berbahaya daripada Delta," tutupnya.(rh/fin)

Admin
Penulis