News . 23/11/2021, 13:01 WIB
JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) ikut berkomentar terkait teguran Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kepada Direksi Pertamina gara-gara temuan fasilitas toilet SPBU Pertamina berbayar, yang kemudian menjadi viral di sosial media. Menurut Erick Thohir, toilet adalah bagian dari pelayanan di SPBU, maka itu seharusnya digratiskan bagi pelanggan SPBU. Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, jika Menteri Erick menyatakan fasilitas toilet di SPBU harus gratis, hendaknya dibuat suatu standar atau aturan yang jelas dan konsisten. "Sebagai konsumen sebenarnya itu aturannya yang jelas seperti apa. Kemudian setelah aturannya jelas harus konsisten. Tapi ya jangan ditulisnya gratis, tapi ada petugas yang mejeng di kotak untuk mengumpulkan uang dan segala macam. Jadi standarnya harus clear, apakah gratis, kalau gratis ya gratis kalau bayar ya bayar," ujar Tulus, kepada Fin.co.id, Selasa (23/11/2021). BACA JUGA: Erick Thohir Tegur Direksi Pertamina, Toilet Umum di SPBU Harus Gratis Katanya Bagi konsumen, kata Tulus, layanan toilet SPBU berbayar sebenarnya tidak menjadi masalah jika berbayar, asalkan hal itu berbanding lurus dengan pelayanannya. Konsumen menurutnya akan memahami bahwa pengelolaan fasilitas toilet umum memang membutuhkan biaya tersendiri. "Konsumen sebenarnya gak masalah walaupun (Berbayar), karena pun memang di dalam toilet itu ada proses bisnis yang lain karena kan harus bersih, ada tenaga khusus dan segala macam. Karena kan kalau itu dibebankan kepada pengelola SPBU, SPBU itu profitnya kecil, dari bisnis BBM itu kecil. Oleh karena itu kalau dia ada pengeluaran khusus untuk kebersihan dan segala macam gak masalah, yang penting clear dan jelas aturannya. Jangan sampai di declaire gratis tapi ada petugas yang duduk sambil megang-megang uang disitu, kan jadinya gak enak," tegas Tulus. Menurut Tulus dengan kondisi seperti saat ini, lebih baik pelayanan Toilet berbayar namun terjamin kualitasnya. Jangan sampai pelanggan sudah bayar namun kondisi toilet tidak layak seperti tidak ada air, kotor dan bau. "Tapi memang toilet sebagai suatu public services sebagai sebuah layanan, idealnya memang tidak membayar," pungkasnya. BACA JUGA: Energy Watch Apresiasi Atas “Sentilan” Jokowi ke Direksi Pertamina dan PLN Senada, Pengamat Transportasi Publik, Djoko Setijowarno menyatakan, tidak masalah toilet yang merupakan fasilitas umum dan pelayanan pada SPBU berbayar, asalkan hal itu sesuai dengan pelayanan yang diberikan. "Sebenarnya kalau bersih, bayar juga tidak masalah," ujarnya kepada Fin.co.id, Selasa (23/11/2021). Meski demikian, jika memang fasilitas tersebut di gratiskan, hal itu akan lebih baik. Hanya saja, meskipoun diberlakukan gratis, pelayanan tetap harus dipastikan prima. "Kalau gratis tentu lebih baik, pelanggan SPBU senang," pungkasnya. (git/fin)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id