News . 01/11/2021, 18:32 WIB

Usai Duel dengan Sopir Rental, Eks TNI AU Tewas di Saluran Air

Penulis : Admin
Editor : Admin

MAKASSAR - Mantan anggota TNI Angkatan Udara (AU) tewas dalam duel atau perkelahian dengan sopir rental. Polisi saat ini masih mendalami kasus tersebut. Kapolsek Panakukang AKP Andi Ali Surya mengatakan pihaknya masih mendalami kasus perkelahian maut yang menewaskan HE (39), seorang mantan personel TNI AU dengan MS (26), sopir rental, di Taman Makam Pahlawan, Makassar, Sulawesi Selatan. "Dari hasil penyelidikan awal, masih ada dua orang yang terlibat. Yang lain, masih kami dalami," ujarnya, dikutip Senin (1/11). Dikatakannya, sesuai laporan yang diterima, kasus terjadi pada Jumat (30/10), sekitar pukul 22.30 WITA. Lokasi kejadian di sekitar Taman Makam Pahlawan, Jalan Perintis Kemerdekaan. "Kasus ini masih akan dilakukan penyelidikan oleh tim kepolisian," ucapnya. Berdasarkan infomasi yang dihimpun pihak kepolisian, MS merupakan sopir rental. Usai mengantar penumpangnya di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, kemudian bertemu HE dan meminta korek api. Sambil berbincang-bincang, HE minta dirinya diantar ke Jalan Sultan Alauddin. Dalam perjalanan, HE tiba-tiba meminta MS membelokkan kendaraannya ke arah Taman Makam Pahlawan. Saat berbelok ke arah itu, HE lantas melakukan penganiayaan dengan mencabut sangkurnya lalu menusuk paha dan bagian dada korban MS. MS secara spontan mencoba melakukan perlawanan dan merebut sangkur dari HE, kemudian menusuk balik ke arah dada HE. MS lalu berusaha keluar dari mobilnya dan meminta tolong kepada warga sekitar. Sementara HE juga keluar dari mobil lalu melarikan diri. Korban MS selanjutnya ditolong warga lalu membawa ke Rumah Sakit Ibnu Sina untuk mendapatkan pertolongan pertama, selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Bayangkara untuk mendapatkan perawatan intensif. Usai kejadian itu, warga menghubungi Polsek Panakukang. Sesaat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), anggota melaksanakan penelusuran hingga menemukan sosok pria di saluran air diduga HE. Setelah dilakukan pengecekan, kondisinya sudah tidak bernyawa. "Sementara ini MS dirawat intensif di RS Bhayangkara. Belum ada tersangka, karena masih dilakukan penyelidikan," katanya. Apa motif dari duel maut tersebut? Apakah ada dugaan perampokan serta keduanya punya hubungan? "Tidak sama kenal. Kami masih menduga-duga (dugaan perampokan) dan masih dilakukan penyelidikan. Status yang bersangkutan pecatan TNI AU, dan statusnya bukan TNI, artinya sudah jadi warga sipil," katanya menjelaskan. Terpisah, Kepala Urusan Penerangan Pasukan dan Penerangan Umum (Kaurpenpasum) Lanud Hasanuddin, Makassar, Kapten Sus Jumadi, membenarkan HE adalah pecatan TNI AU atas sejumlah pelanggarannya. "Yang bersangkutan telah dipecat dari dinas kemiliteran, jadi statusnya bukan lagi prajurit TNI AU," tegas Kapten Jumadi. Untuk permasalahan yang menimpa MS, saat ini sedang didalami dan diproses oleh pihak kepolisian setempat, dan tidak ada hubungan dengan TNI AU.(ant/gw)

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id