News

Serapan KUR Pertanian Melampaui Target

  JAKARTA - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi mengungkapkan, realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian tahun 2021 melampaui target yang dipatok pemerintah. Sebagaimana diketahui, target dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk KUR sektor pertanian adalah 1/3 dari total anggaran KUR tahun 2021 sebesar Rp278 triliun. "Jadi kalau KUR nasional itu sekitar Rp278 triliun, Presiden berharap itu minimal Rp80 triliun itu bisa terserap (untuk sektor pertanian). Dan per hari Jumat 8 Oktober 2021 kemarin KUR pertanian itu sudah lebih dari Rp54 triliun, ini baik sekali. Nah di 2020 sendiri target (KUR Pertanian) Rp50 triliun terlampaui," ungkap Wamentan Harvick dalam sesi wawancara khusus dengan Fajar Indonesia Network (FIN) beberapa waktu lalu. BACA JUGA: Harga Telur Lebih Murah dari Kerupuk, Ini Penjelasan Wamentan Harvick Salah satu faktor yang menyebabkan KUR pertanian terserap dengan baik yaitu meningkatnya semangat masyarakat untuk bertani. Peningkatan semangat itu salah satunya karena ketersediaan infrastruktur pertanian yang sudah lebih baik, disamping juga berjalannya program food estate yang digagas Kementan. "Infrastruktur ini membuat masyarakat termotivasi. Semangatnya terbangun terus juga inovasi-inovasi berkembang dan mudah-mudahan bisa terlampaui semua," jelasnya. [caption id="attachment_564395" align="alignnone" width="668"] Wakil Menteri Pertanian RI Harvick Hasnul Qolbi menjelaskan kepada FIN terkait peningkatan produktifitas pertanian dengan dukungan Infrastruktur dan KUR (Isaak Ramdhani/FIN)[/caption] Dengan adanya dukungan pemerintah mulai dari infrastruktur dan juga pembiayaan, Wamentan Harvick optimistis target peningkatan produktivitas pertanian bisa tercapai. Disebutkan olehnya, pemerintah memiliki target untuk komoditas padi, hasil produksinya bisa meningkat mencapai diatas 5 ton per hektare. BACA JUGA: Wamentan Harvick: Infrastruktur Penting untuk Pertanian "Kita berharap kalau bisa memang lebih dari 5 ton gabah kering untuk padi itu bisa terlampaui," tegasnya. Ia pun menyinggung salah satu Provinsi yang oleh pemerintah begitu diperhatikan untuk penambahan sarana dan prasarana pertaniannya, yaitu Provinsi Nusa Tenggara TImur (NTT). Sebagaimana diketahui, Kementerian PUPR membangun 9 bendungan di provinsi tersebut untuk menunjang pengairan lahan pertanian dan perkebunan, yang mana di wilayah itu merupakan wilayah yang memiliki karakteristik tanah kering. "Posisi NTT sendiri memang lebih kita arahkan untuk Hortikultura, karena kalau memang untuk padi ini di NTT kurang bright, kurang berhasil karena kan memang di NTT airnya kurang banyak. Karena tanahnya kering, airnya cenderung tidak terlalu banyak, akhirnya mungkin lebih diarahkan dari 100 persen setiap food estate yang dibangun di NTT, itu kita lebih berharap ke Hortikultura," pungkasnya. (git/rh/fin)

Berita Terkait