22, October, 2021

Wamentan Harvick: Infrastruktur Penting untuk Pertanian

 

JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi menyatakan betapa pentingnya ketersediaan infrastruktur untuk mendukung produktifitas pertanian. Sebab, kondisi dan kebutuhan di tiap wilayah berbeda-beda. Sebut saja di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memiliki karakteristik tanah kering, maka wilayah itu amat sangat memerlukan infrastruktur penunjang untuk pengairan seperti bendungan. Itulah sebabnya pemerintah membangun 9 bendungan baru di NTT.

“Kalau bicara NTT, terkendala yang pertama sekali kemarin adanya kekurangan air. Akhirnya dibuatkan bendungan oleh Kementerian PUPR,” ungkap Wamentan Harvick dalam sesi wawancara khusus dengan Fajar Indonesia Network (FIN), beberapa waktu lalu.

Wamentan mengatakan, dari sejumlah bendungan yang ditargetkan terbangun di NTT, 3 diantaranya sudah selesai dan dipergunakan untuk pengairan, yaitu Bendungan Raknamo, Bendungan Rotiklot dan Bendungan Napun Gete.

“Nah kalau ditanyakan apa sih faedahnya dalam menunjang produktifitas untuk lebih meningkat lagi di sektor pangan, tentu banyak sekali. Kita lihat sekali, terutama Hortikultura, Food estate, ini berkembang,” ungkap Wamentan Harvick.

BACA JUGA: Harga Telur Lebih Murah dari Kerupuk, Ini Penjelasan Wamentan Harvick

Wamentan Harvick yang juga merupakan Bendahara Nahdlatul Ulama (NU) itu mengatakan, salah satu program Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas pertanian yaitu melalui program food estate. Namun demikian, dipastikan food estate tidak akan berhasil tanpa dukungan dari sisi pengairan, yakni pembangunan bendungan dan saluran irigasi.

“Memang Pemerintah berharap dengan adanya food estate, mungkin lebih bisa membuat motivasi atau tambahan semangat (untuk bertani). Sebab adanya 72 persen data BPS (Badan Pusat Statistik) usia petani yang diatas 45 tahun, terus hanya 28 persen yang dibawah 45 tahun, ini kan sebenarnya termasuk SOS (Peringatan) juga,” ungkap Wamentan Harvick.

Wawancara khusus FIN dengan Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi (Isaak Ramdhani/FIN)
Wawancara khusus FIN dengan Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi (Isaak Ramdhani/FIN)

Wamentan Harvick berharap, dengan ketersediaan infrastruktur yang semakin baik, ditambah juga teknologi pertanian yang berkembang, apalagi jika sektor hilirnya juga dipersiapkan, maka hal ini akan memicu peningkatan nilai tambah yang dihasilkan petani, sehingga meningkatkan minat generasi muda untuk ikut bertani.

“Karena apa, generasi muda ini tertarik (bertani) karena income dan yang kedua adalah trust (Kepercayaan),” pungkas Wamentan Harvick.

BACA JUGA: Jurus Wamentan Harvick Ciptakan Petani Milenial

Terpisah, Pakar Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santoso mengatakan, ketersediaan bendungan dan irigasi sangat sentral bagi pertanian.Jika selama ini beberapa daerah mengandalkan tadah hujan dalam pertanian, makadengan adanya akses bendungan dan irigasi tersebut, kebutuhan pengairan bisaterpenuhi dan produktivitas pertanian juga meningkat, termasuk di NTT yangnotabene sebelumnya merupakan daerah yang kering.

“Pembangunan bendungan itu sangat penting, bagaimana kita bisa tanamkalau air tidak terkelola dengan baik, atau tidak tersedia air. Jadi pembangunan bendungan itu sangat penting,” ujar Andreas kepada FIN beberapa waktu lalu.

Andreas berharap, tak hanya bendungan saja yang dibangun pemerintah ,melainkan juga untuk saluran irigasi yang mengalirkan air dari bendungan kepersawahan juga diperhatikan.

“Yang lebih penting daripada itu,kadang-kadang harmonisasi ini diperlukan. Katakanlah kita sudah bikinbendungan, tapi nanti sampai ke lahan bagaimana. Kan itu sektor lain yangmembangun. Kalau bendungan kan (Kementerian PUPR),” tuturnya.

Jaringan-jaringan irigasi tersier, serta pencetakan sawah, juga harus terusdipacu, seiring dengan ketersediaan infrastruktur utamanya yaitubendungan.  “Jadi sinergi antar sektor perlu dilakukan, selain membanguninfrastruktur itu sendiri,” tegasnya. (git/rh/fin)

 

 

 

Rekomendasi Berita Terbaru

Populer