News . 05/10/2021, 15:21 WIB
MAJALENGKA - Narapidana teroris (napiter), Imam Mulyana adalah pemilik 35 kilogram bom berjenis TATP atau mother of satan. Bom yang akan ditargetkan meledakan Presiden Joko Widodo tersebut disembunyikan di Blok Cipager, Gunung Ciremai, Jawa Barat.
Napiter asal Desa Burujul Wetan, Kabupaten Majalengka itu, tidak menyangka jika bahan peledak itu begitu dahsyat. Bahkan saat proses disposal yang pertama seberat 50 gram, ledakan sampai menimbulkan lubang sedalam 1 meter di tanah.
“Saya tidak menyangka bom itu sangat berbahaya,” kata Imam, dalam video yang diterima dan diberitakan radarcirebon.com, Selasa (5/10).
[caption id="attachment_563190" align="alignnone" width="300"]
Bahan peledak TATP (Triacetone Triperoxide) seberat 35 kg yang disembunyikan Imam di Gunung Ciremai. Foto-Radar Cirebon[/caption]
“Ketika mendengar ledakan itu pun, saya menangis. Ternyata saya baru menyadari begitu berbahayanya barang tersebut,” katanya, dalam video berdurasi 1 menit 20 detik itu.
Dirinya tidak bisa membayangkan, bagaimana bila barang tersebut didapatkan orang yang tidak baik. Apalagi untuk tindakan kejahatan.
“Akan ada banyak korban jiwa juga kerusakan yang terjadi. Maka saya merasa menyesal,” tuturnya.
Dia mengaku lega. Sebab bom yang disembunyikan di Gunung Ciremai telah ditemukan dan sebagian besar telah dilakukan disposal.
Dia pun sangat yakin jika tindakannya benar telah menyerahkan barang itu kepada Densus 88 dan Jibom Polda Jabar untuk dimusnahkan.
“Saya merasa bersyukur barang itu dengan hakul yakin saya serahkan ke pihak yang berwenang,” tuturnya.
Imam juga bersyukur proses pencarian hingga disposal bom berjalan dengan lancar.
Dia pun mengucapkan terima kasih kepada tim yang terlibat, termasuk warga setempat.
Sebab, tim ini bersedia mendaki Gunung Ciremai dengan medan yang terjal sampai di ketinggian 1.450 meter di atas permukaan laut (MDPL).
“Saya ucapkan terima kasih kepada semua tim yang telah berjuang harus mendaki Gunung Ciremai dengan sabar dan ikhlas, sampai bom telah ditemukan dan diamankan,” katanya.
[caption id="attachment_563191" align="alignnone" width="300"]
Bahan peledak TATP (Triacetone Triperoxide) seberat 35 kg yang disembunyikan Imam di Gunung Ciremai. Foto-Radar Cirebon[/caption]
Dalam temuan di Blok Cipager Gunung Ciremai itu, barang-barang yang didapatkan petugas adalah bom rakitan seperti, toples berisi 10 kilogram TATP murni, botol plastik 250 ml berisi gotri.
Kemudian wadah plastik 4 buah berisi 2 TATP murni dan 2 C1 serta botol air mineral besar berisi TATP
Imam turut menyaksikan saat barang-badan itu diledakan.
Saat melakukan disposal, nampak efek ledakan cukup kuat. Sebanyak 50 gram TATP yang dilakukan disposal di tanah menimbulkan lubang berdiameter 1 meter dan kedalaman 20 cm.
Kemudian TATP sebanyak 2 Kg yang dilakukan disposal di sebuah sungai kering, menimbulkan longsoran batu dan tanah.
Berikutnya, TATP yang berada di dalam botol plastik berisi gotri saat didisposal menimbulkan efek ledakan berupa getaran.
Sementara TATP dalam wadah plastik saat dilakukan pemusnahan hanya menimbulkan efek terbakar, karena dalam kondisi yang sudah basah.
Ledakan cukup besar saat toples yang berisi TATP 10 kilogram didisposal. Sebuah batu yang berukuran 2 meter persegi pecah dan menimbulkan longsoran tanah.
Seperti diketahui bom seberat 35 kilogram (kg) ditemukan di Gunung Ciremai. Tadinya, bahan peledak itu akan diledakan saat Presiden Jokowi berkunjung ke Kota Cirebon, pada 18, September 2017. Ketika itu, Presiden hendak menghadiri penutupan Festival Keraton Nusantara (FKN) di Goa Sunyaragi.
Bahan peledak tersebut milik Imam yang merupakan narapidana kasus terorisme. Dia ditangkap di sekitar Bandara Cakrahuwana, Penggung, Kota Cirebon.
Dari hasil penyelidikan awal saat itu, Imam diketahui terkait dengan jaringan JAD. Bahkan dia berniat merampas senjata anggota polisi yang mengamankan kedatangan presiden serta melukai Jokowi.
Saat ini Imam mendekam di Lapas Sentul, Jawa Barat (Jabar). Pria asal Desa Burujul Wetan, Kecamatan Jatiwangi itu, telah mengikuti deradikalisasi dari Densus 88.
Imam juga mengikuti kegiatan pembinaan berkelanjutan dari Tim Idensos Densus 88. Kemudian dia telah berikrar mengakui kedaulatan NKRI dan setia kepada Pancasila. (gw)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id