News . 26/08/2021, 18:24 WIB
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja meminta agar pemerintah tidak terus-terusan melakukan pengetatan terhadap aktifitas ritel di Indonesia. Menurutnya, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilakukan selama ini diterapkan sangat berdampak pada sektor ritel seperti mall, hotel dan restoran.
Dikatakan Alphonzus Widjaja bahwa pelonggaran yang dilakukan pemerintah belum lama ini, terbukti berdampak positif pada penjualan Food and Beverage (F&B) di pusat-pusat perbelanjaan dengan jumlah kenaikan 54 persen. Apabila pengetatan terus berlanjut tanpa diturunkan levelnya, dikhawatirkan akan semakin banyak pusat perbelanjaan yang tutup.
Ia mengaku sepakat terhadap aturan pemerintah yang mengharuskan agar setiap pengunjung mall melakukan vaksinasi terlebih dahulu. Hal ini dianggapnya sebagai win-win solution agar sektor ritel tetap hidup namun jaminan kesehatan tetap terjaga.
"Kita ingin tidak terjadi lagi penutupan-penutupan ini, caranya adalah dengan mendorong vaksinasi. Sebelumnya selama pandemi kita hanya bermain di instrumen protokol kesehatan, sekarang ini ada instrumen baru yaitu vaksinasi," kata Alphonzus Widjaja di Jakarta, Kamis (26/8).
Salah satu wujud dukungan APPBI untuk kembali mendorong roda ekonomi adalah dengan menjadi pilot project protokol wajib vaksinasi yang bekerjasama dengan pemerintah. Tak hanya di sektor pusat perbelanjaan pihaknya juga mendukung pelaksanaan vaksinasi di sektor industri.
"Vaksinasi ini yang kita gunakan untuk meminimalkan kemungkinan terjadi lagi penutupan. Oleh karenanya kita dorong program wajib vaksinasi ini," pungkasnya. (git/fin)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id