JAKARTA - Pemerintah Arab Saudi memastikan, bahwa tahun ini akan menerima kunjungan jemaah umrah internasional dalam beberapa hari mendatang.
/p>
Menurut Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, setidaknya lebih dari 20.000 jemaah akan melaksanakan umrah dalam beberapa hari mendatang, termasuk dari luar negeri.
/p>
Namun sayangnya, dalam kebijakan umrah tahun ini tidak semua jemaah diterima, melainkan berasal dari negara yang kondisi pandemi Covid-19 terkendali.
/p>
Juru bicara kementerian Hisham Bin Saeed mengatakan, jemaah haji asing tersebut berasal dari negara-negara yang tidak masuk dalam daftar larangan sesuai instruksi Kementerian Kesehatan serta Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA).
/p>
Negara-negara yang masuk dalam daftar larangan perjalanan adalah India, Pakistan, Indonesia, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, Ethiopia, Vietnam, Afghanistan, dan Lebanon.
/p>
"Saudi menetapkan daftar tersebut berdasarkan masih tingginya kasus infeksi virus corona serta penularan varian baru," kata Saeed, Senin (2/8/2021).
/p>
Sementara itu sekitar 500 perusahaan dan lembaga layanan umrah serta lebih dari 6.000 agen asing telah siap menerima jemaah umrah internasional.
/p>
"Saudi juga menerapkan syarat bagi mereka yakni sudah mendapatkan vaksinasi penuh menggunakan produk Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau Johnson & Johnson," terangnya.
/p>
Anggota Komite Nasional Haji dan Umrah, Hani Ali Al Amiri mengatakan, jemaah bisa memesan paket umrah dan melakukan pembayaran melalui 30 situs web dan platform elektronik yang tersedia secara global.
/p>
"Selain sudah mendapat vaksinasi penuh, kondisi kesehatan calon jemaah juga harus prima serta mau mematuhi semua protokol guna memastikan keselamatan mereka," pungkasnya. (der/fin)
/p>