News . 27/07/2021, 15:41 WIB
JAKARTA - Koalisi Tolak Holding Ultra Mikro merespon dengan baik mundurnya Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro dari jabatan Wakil Komisaris Utama BRI. Alasannya, agar UI sebagai tempat memproduksi pengetahuan tidak lagi diintervensi atau dipengaruhi kepentingan bisnis dan industri.
"Itu momentum bagus agar UI kembali bersikap objektif dalam memproduksi pengetahuan dan sikapnya atas sebuah kebijakan," ujar Juru Bicara Koalisi Tolak Holding Ultra Mikro, Megel Jekson di Jakarta, Selasa (27/7).
"Karena posisi Ari sebagai Wakil Komisaris BRI, dukungan UI terhadap holding ultra mikro kelihatan sangat tidak obyektif," ujarnya.
"Mundurnya Rektor Ari ini menjadi momentum bagus untuk mereview ulang keputusan pemerintah membentuk holding ultra mikro," tegas dia.
"Setelah KPPU, kami akan Uji Materi UU BUMN sebagai dasar kebijakan pembentukan holding ke Mahkamah Konstitusi. Kebijakan holding ultra mikro ini harus dilawan karena akan mematikan Koperasi dan masalahnya memang di UU BUMN nya yang cacat secara epistemologis" kata koordinator Koalisi Tolak Holding Ultra Mikro, Suroto. (git/fin)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id