News . 19/07/2021, 09:08 WIB
JAKARTA - Barcelona dijadwalkan akan bertanding melawan klub asal Israel, Beitar Jerusalem pada 4 Agustus mendatang. Tetapi rencana itu batal karena klub raksasa asal Spanyol itu menolak untuk bermain di Israel.
Barcelona meminta kepada Beitar Jerusalem untuk memindahkan lokasi pertandingan namun ditolak. Pemilik Beitar Jerusalem, Moshe Hogg, tidak siap jika harus melangsungkan pertandingan di lokasi lain.
Keputusan yang diambil Barcelona itu langsung mendapat pujian dari federasi sepak bola Palestina. Jenderal Jibril Rajoub, selaku kepala federasi langsung menulis surat resmi yang ditujukan kepada Presiden Barcelona, Joan Laporta.
“Federasi Palestina menyambut keputusan Barcelona untuk menghormati hak-hak asosiasi sepak bola Palestina dan tentunya membuat jutaan penggemar merasa bersyukur,” tulis Jenderal Jibril dalam suratnya.
Langkah yang diambil Barcelona ini sama dengan apa yang pernah dilakukan PSSI. Indonesia menolak bermain di Israel saat harus bertanding pada laga Kualifikasi Piala Dunia 1958.
Sikap itu diambil sebagai bentuk solidaritas terhadap warga negara Palestina yang selama ini dijajah oleh Israel. Ketika itu sesuai dengan semangat Presiden Soekarno yang menolak bentuk kolonialisme di dunia. (VYT/FIN)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id