News . 06/07/2021, 13:08 WIB
JAKARTA - Akuisisi 100 persen saham PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN) oleh PT PLN (Persero) adalah langkah yang baik dalam menjaga produksi migas Blok Rokan, yang kontribusinya sangat besar bagi ketahanan energi di Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan, saat dihubungi Fajar Indonesia Network (FIN), Selasa (6/7). "Proses penandatanganan SPA (Sales Purchase and Agreement) antara PT PLN dengan PT MCTN merupkan langkah baru dalam proses transisi Blok Rokan antara PT CPI (Chevron Pacific Indonesia) dengan PT PHR (Pertamina Hulu Rokan). Melalui proses signing SPA ini, diharapkan permasalahan pasokan listrik dan uap untuk Blok Rokan bisa teratasi ke depannya," ujar Mamit. Dalam proses akuisisi ini, kata Mamit, PLN akan memegang penuh operasional MCTN dalam mensuplai listrik dan uap di Blok Rokan, sehingga di harapkan tidak ada kendala pasokan listrik dan uap ke depannya. "Dengan sinergi BUMN antara Pertamina dengan PLN, merupakan langkah yang startegis dalam mengembangkan dan membantu sesama BUMN mengingat Blok Rokan merupakan tulang punggung produksi minyak nasional," ujarnya. Mamit mengatakan, saat ini produksi Blok Rokan sebesar 162.951 BOPD yang merupakan produksi nomer 2 di Indonesia setelah Blok Cepu yang mesti dijaga dan ditingkatkan produksinya. Ia mengakui bukan merupakan "pekerjaan rumah" yang mudah bagi PHR dalam mencapai target tersebut tanpa adanya dukungan dari semua pihak termasuk dari PLN. "Oleh karena itu, selama proses transisi 3 tahun ke depan, PLN harus bisa menjamin keandalan pasokan listrik dan uap bagi Blok Rokan. Jika sampai ada kendala maka bisa dipastikan produksi minyak di Blok Rokan akan mengalami penurunan," tegasnya. "Begitu juga saat masa transisi berakhir, PLN harus bisa memastikan keadalan suplai listrik yang akan diambil dari system Sumatera tidak akan terganggu. Dibutuhkan effort dari PLN untuk segera membangun infrastruktur jika memang setelah masa transisi akan menggunakan interkoneksi system Sumatera," sambungnya lagi. Persoalan listrik dan uap merupakan salah satu persoalan yang dihadapi dalam proses transisi Blok Rokan dari PT CPI ke PT PHR. Masih ada persoalan lain harus di selesaikan sebelum peralihan pada 9 Agustus 2021 yang akan datang. "Saya melihat masih ada persoalan seperti migrasi data teknis dan operasional yang belum selesai, persoalan chemical EOR yang belum clear, serta pemasalahan lingkungan yang masih menyisakan permasalahan dengan warga. Harapan saya, sebelum transisi selesai dilakukan semua permasalahan bisa diselesaikan dan pastinya tidak memberatkan Pertamina Hulu Rokan ke depannya akibat permasalahan belum terselesaikan dengan baik," pungkas Mamit. (git/fin)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id