News . 24/06/2021, 08:51 WIB
JAKARTA - Harga Emas terus menguat, Rabu, terangkat komentar menenangkan dari Chairman Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell yang mengatakan inflasi tidak akan menjadi satu-satunya penentu keputusan suku bunga dan bank sentral tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga. Harga emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi USD1.782,96 per ounce pada pukul 24.42 WIB, demikian dikutip dari laporan Reuters, di Bengaluru, Rabu (23/6) atau Kamis (24/6) dini hari WIB. Emas berjangka Amerika Serikat ditutup meningkat 0,3 persen menjadi USD1.783,40 per ounce. Komentar Powell, Selasa, menenangkan investor yang khawatir tentang pengetatan kebijakan menyusul perubahan hawkish pekan lalu oleh The Fed. Namun, logam mulia gagal untuk membalikkan penurunan 6 persen minggu lalu karena ekspektasi pengetatan kebijakan The Fed bertahan di pasar. Suku bunga yang lebih tinggi diterjemahkan ke dalam pengurangan opportunity cost memegang emas, yang tidak memberikan bunga. Tetapi David Meger, Direktur High Ridge Futures, mengatakan itu bukan kesimpulan yang pasti bahwa The Fed akan bergerak untuk menaikkan suku bunga atau mengurangi pembelian aset secepat yang ditunjukkan pada pertemuan minggu lalu. "Kita jelas sekali trading di lingkungan yang sangat akomodatif yang akan menopang harga emas (dan) secara keseluruhan masih terlalu dini untuk mulai menyebutkan pengurangan pembelian aset dan kenaikan suku bunga," kata Meger. Emas juga diuntungkan dari melemahnya dolar, meningkatkan daya tarik logam kuning bagi pemegang mata uang lainnya. Teknikal juga mendukung, tutur analis Quantitative Commodity Research, Peter Fertig, mencatat emas tampaknya telah mencapai titik terendah dari aksi jual minggu lalu. Kendati perhitungan pasar emas untuk kenaikan suku bunga The Fed bisa terbukti terlalu hawkish, tren inflasi yang mendasarinya kemungkinan akan tetap terdistorsi selama berbulan-bulan, menghambat aliran positif ke emas untuk saat ini, ungkap analis TD Securities. Sementara itu, Direktur PT. TFRX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, komentar The Fed pada kongres AS soal tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga sebelum pandemi berakhir, membuat pasar begitu optimis. Hal itu membuat harga emas merangkak naik. Bahkan menurutnya, bisa saja emas mencapai level USD2.200 per Troy ounce. "Pernyataan Bank Sentral tidak akan menaikan suku bunga acuan sampai ekonomi benar-benar pulih dari pandemi covid-19, membuat pasar kembali optimis. Harga emas kembali merangkak naik dan Kuartal ketiga, saat yang menentukan harga emas dunia akan mendekati level USD2.200 per troy ounce," ungkap Ibrahim kepada awak media, Rabu (23/6) malam. Sementara itu, harga logam lainnya, perak melesat 1,1 persen menjadi USD26,02 per ounce dan paladium melambung 2,5 persen menjadi USD2.620,12 per ounce. Platinum melonjak 1,1 persen menjadi USD1.091,43 per ounce. (git/fin)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id