News . 24/03/2021, 19:42 WIB

Kemitraan Closed Loop Untuk Atasi Ketidakpastian Pasokan dan Harga Komoditas Hortikultura

Penulis : Admin
Editor : Admin

  JAKARTA - Pemerintah melakukan ujicoba penggunaan metode kemitraan closed loop untuk mengatasi ketidakpastian pasokan dan harga komoditas pangan hortikultura. Ujicoba penanaman perdana komoditas hortikultura tersebut dilakukan di Desa Selaawi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. "Pemerintah memastikan akan terus mendukung berbagai inisiatif sinergi dan kolaboratif seperti inklusif closed loop yang melibatkan petani, koperasi, perbankan, hingga off taker diharapkan menjadi lesson-learned bagi petani hortikultura," ujar Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis, Kemenko Perekonomian, Musdhalifah Machmud, Rabu (24/3). Musdhalifah mengatakan, komoditas hortikultura hingga kini masih sering menghadapi persoalan missmatch antara produksi dan pemasaran yang terjadi karena adanya time lag yang cukup panjang antara waktu penanaman dengan saat produk dikonsumsi. Masalah itu membuat petani sulit untuk dapat memenuhi keinginan pasar. Akibatnya, baik petani maupun konsumen sering menghadapi ketidakpastian pasokan dan harga. Dalam ujicoba tersebut, komoditas yang ditanam yaitu cabai rawit merah sebagai komoditi utama serta budidaya buncis dan sawi putih sebagai komoditi tanaman tumpang sari pada lahan pilot project closed loop seluas 1,3 Ha. “Pengembangan kemitraan closed loop hortikultura dimaksudkan untuk membangun ekosistem rantai pasok dan rantai nilai dari hulu sampai dengan hilir yang terintegrasi dan bersifat end to end model, di mana petani diajarkan budidaya sesuai good agricultural practices dengan memperhatikan pola tanam, pola panen, penanganan pasca panen hingga distribusi dan pemasaran untuk menghasilkan produk berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan pasar," jelasnya. Musdhalifah menambahkan, program pengembangan kemitraan closed loop ini menjadi program prioritas nasional dan diharapkan menjadi success story yang dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia. "KamI akan mengoordinasikan melalui integrasi kebijakan, serta memfokuskan upaya meningkatkan program kemitraan petani dalam skala yang lebih besar, dalam lahan yang lebih luas dan melibatkan lebih banyak petani, sebagaimana arahan Presiden bahwa closed loop ini diharapkan mampu melibatkan 2 juta petani swadaya di tahun 2023," pungkasnya. Sebagaimana diketahui, sektor pertanian di tahun 2020 merupakan satu-satunya sektor yang tumbuh positif sebesar 1,75 persen dengan kontribusi sebesar 13,70 persen terhadap PDB nasional, terbesar kedua setelah sektor industri pengolahan (19,88 persen). Sub sektor hortikultura menunjukkan pertumbuhan tertinggi dibanding komoditas pertanian lainnya, yaitu tumbuh 4,17 persen, dengan kontribusi sebesar 11,84 persen. Sedangkan sub sektor tanaman pangan tumbuh 3,54 persen dan sub sektor perkebunan tumbuh 1,33 persen. (git/fin)

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id