News . 11/02/2021, 10:35 WIB
JAKARTA -
Pemerintah terus mendorong sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk melakukan transformasi digital, sebagai salah satu solusi menghadapi perkembangan zaman, serta menyiasati adanya pembatasan sosial akibat pandemi Covid-19.
Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan, tak hanya transformasi digital, UMKM juga didorong untuk bergabung dalam koperasi, khususnya untuk mengatasi permasalahan permodalan.
"UMKM perlu terus didorong untuk bergabung dengan koperasi atau membentuk koperasi baru. Koperasi sebagai badan hukum diharapkan bisa menyokong kebutuhan usaha dan membantu UMKM mengatasi persoalan-persoalannya," ujar Teten dalam video daring, kemarin (10/2).
Menurut Teten, pengembangan UMKM melalui koperasi berorientasi usaha berbasis model bisnis sirkuit ekonomi (hulu-hilir, kemitraan terbuka dengan para pihak/inclusive closed loop), pemanfaatan teknologi informasi untuk melayani anggota, dan inklusif terhadap perkembangan usaha anggota (promosi ekonomi anggota).
"Jadi, tidak hanya koperasinya saja yang besar, usaha anggotanya juga harus berkembang," kata Teten.
Dalam kesempatan terpisah, PR Manager Kopi Kenangan Ruth Davina berpendapat, transformasi digital khususnya di era saat ini merupakan suatu keniscayaan. Tak hanya itu, diperlukan juga strategi-strategi lainnya agar sektor usaha bisa berkembang, sebagaimana yang dialami pada bisnis Food and Beverage (F&B) yang dijalani Kopi Kenangan.
"Sejak awal berdiri, Kopi Kenangan dibangun sebagai tech-enabled company dan teknologi telah membantu Kopi Kenangan untuk mencetak pertumbuhan yang eksponensial. Melalui teknologi, kami menggunakan data untuk membangun heatmap, mengetahui preferensi customer dan meningkatkan customer purchase," ujar Ruth kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin.
Dalam menjalankan bisnisnya di masa Pandemi, Kopi Kenangan tidak berhenti melakukan ekspansi terhadap gerai-gerai mereka. Agar tidak terlalu terpengaruh dengan pembatasan sosial yang diberlakukan, Kopi Kenangan saat ini menargetkan pembangunan gerai-gerai baru di kawasan residensial, ketimbang di pusat perbelanjaan.
"(Kopi Kenangan) Berhasil menutup tahun 2020, di mana penjualan Kopi Kenangan secara digital (aplikasi Kopi Kenangan) naik lebih dari 200 persen dibandingkan tahun 2019," ungkapnya.
Sementara itu, VP Corporate Affairs Food Ecosystem Gojek Rosel Lavina mengakui bahwa perkembangan jumlah mitra penjualan secara online melalui GoFood di 2020 sangat pesat, terutama sejak pandemi melanda Indonesia.
"Di tahun 2020, GoFood mencatat peningkatan hingga 50 persen jumlah total mitra usaha di Indonesia menjadi sebanyak 750 ribu mitra dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini berbanding lurus dengan pertumbuhan pendapatan GoFood dalam empat tahun terakhir sebanyak 20 kali lipat, di mana segmen bisnis UMKM tumbuh hingga 40 persen," ujar Rosel.
(git/din/fin)