News

Bukan Cuma Banjir, Waspada DBD saat Musim Hujan

fin.co.id - 28/12/2020, 12:35 WIB

Pesawat milik maskapai Citilink terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Ruang di Bandara Sam Ratuangi, Manado, Sulawesi Utara

MAKASSAR —  Di musim hujan, tak hanya pandemi yang perlu diwaspadai. Banyak penyakit lain yang mengintai, Demam Berdarah Dengue (DBD) salah satunya.

Pakar Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Muslim Indonesia, Nurlinda mengatakan, saat musim hujan, banyak genangan air yang berpotensi menjadi tempat perkembangan nyamuk. Termasuk nyamuk Aedes Aegypty dan Aedes Albopictus.

Gigitan nyamuk ini menularkan virus dengue yang menyebabkan penyakit DBD. Makanya sangat penting menjaga kebersihan lingkungan.

BACA JUGA:  2020 Diwarnai Tindakan Represif Aparat yang Mengerikan, PKS Minta Pemerintah Serius Melihat Kondisi HAM

Selain itu, genangan dan banjir juga bisa memicu penyakit lain. Kencing tikus dan segala kotoran lainnya ada dalam air bekas banjir. Bila ada luka atau masuk melalui makanan dan peralatan makan maka bakteri dari air seni hewan ini bisa menyebabkan leptospirosis.

“Banjir menyebabkan kualitas air sumur tercemar. Air kotor menjadi penyebaran bakteri penyebab diare yakni Campylobacter, Salmonella, Shigella, dan E. Coli,” papar Nurlinda, Minggu (27/12/2020).

BACA JUGA:  Jokowi Harap Lilin Kecil dalam Hati Umat Kristiani Terangi Harapan untuk Pulih dari Pandemi

Linda menyampaikan, tak ada cara lain mencegahnya selain jaga kebersihan. Semua peralatan masak dan bahan pangan sebelum diolah, pastikan dicuci dengan air bersih dan mengalir. Usahaan bahan pangan yang dimasak matang agar semua bakteri mati.

Baiknya bawa alat makan sendiri ketika keluar rumah, agar bisa dipastikan tidak mendapat penularan dari orang lain. Kuatkan sistem imun dengan transfer factor agar Ig A meningkat 73 persen sehingga perlawanan terhadap bakteri, virus, parasit, maupun fungi dilakukan saat patogen masih melalui kulit, mata, hidung, mulut.

Jika terlanjur masuk ke tubuh ada sistim imun bawaan yakni NK cell yg meningkat kekuatannya hingga 437 persen, sehingga mampu menghancurkan virus bakteri dan produknya.

BACA JUGA:  Dengan Tegas Natalius Pigai Mengaku tak Butuh Ucapan Selamat Natal

“Intinya adalah jaga kebersihan dan karena pandemi patuhi protokol kesehatan. Pola hidup yang sehat akan menghindarkan penyebaran penyakit seperti DBD, termasuk juga Covid-19,” ungkapnya.

Plt Kadiskes Kota Makassar, Agus Djaja Said mengatakan, untuk pencegahan DBD dan terbebas dari penularan, tidak cukup jika hanya imbauan pemerintah saja, tapi yang terpenting kesadaran langsung dari masyarakatnya.

Pihaknya tentu juga melakukan upaya maksimal untuk pencegahan. Salah satunya gogging atau pengasapan di sejumlah wilayah yang terindetifikasi berkembangnya jentik nyamuk aedes aegypti.

“Tim menyeprot asap kimia ini berdasarkan skala prioritas dan laporan yang masuk dari kelurahan, selanjutnnya ditindaklanjuti. Bila mana diperlukan sesuai dengan permintaan, maka wilayah lain juga menjadi sasaran penyemprotan,” jelasnya. (edo/iad/fajar)

Admin
Penulis
-->