Siswa dan Guru Dapat Kuota Internet Gratis

fin.co.id - 28/08/2020, 02:34 WIB

Siswa dan Guru Dapat Kuota Internet Gratis

Pesawat milik maskapai Citilink terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Ruang di Bandara Sam Ratuangi, Manado, Sulawesi Utara

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memberikan kuota internet gratis atau subsidi pulsa bagi pelajar, guru dan dosen untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan jarak jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19.

Berdasarkan rincian, Kemendikbud mendapatkan anggaran tambahan dari dana cadangan APBN 2020 sebesar Rp8,9 triliun. Total dati dana itu, bakal digunakan untuk memberikan subsidi pulsa dan membayar tunjangan profesi guru dan dosen.

"Kami sudah mendapat persetujuan anggaran Rp8,9 triliun untuk tahun ini. Dari total tambahan anggaran tersebut, Rp7,2 triliun akan kami kerahkan untuk pulsa kuota data siswa, guru, mahasiswa dan dosen," kata Mendikbud Nadiem Makarim dalam rapat kerja Komisi X DPR RI , Kamis (27/8).

BACA JUGA:  Lucu, Tiga Nama Panggung Ini Hampir Dipakai Jungkook BTS Sebelum Debut

Nadiem menuturkan, besaran subsidi pulsa yang akan diberikan nantinya berfariatif. Untuk siswa bakal menerima bantuan kuota sebesar 35 gigabyte per bulan, guru sebanyak 42 gigabyte per bulan, serta mahasiswa dan dosen sebanyak 50 gigabyte per bulan.

"Bantuan ini akan diberikan selama empat bulan dalam periode waktu September-Desember 2020," ujarnya.

Selain memberikan subsidi kuota, Kemendikbud juga menyiapkan tambahan penerima tunjangan profesi guru dan tenaga kependidikan, tunjangan profesi dosen, serta tunjangan guru besar. Jumlah anggaran yang disiapkan senilai Rp1,7 triliun.

"Anggaran Rp7,2 triliun itu berasal dari dana cadangan APBN 2020 sebesar Rp8,9 triliun. Sisanya, sebesar Rp1,7 bakal dialokasikan untuk tunjangan profesi guru dan dosen," imbunya.

BACA JUGA:  Kemenkop dan UKM Perkuat KUMKM di Destinasi Pariwisata Magelang

Menurut Nadiem, alokasi anggaran tersebut akan sangat membantu warga pendidikan dalam pembelajaran di tengah pandemi covid-19. Nadiem pun berterima kasih kepada semua pihak yang telah merealisasikan anggaran tersebut, khusunya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang telah menyisihkan dana cadangan.

"Sampai sekarang janji saya bahwa bantuan pulsa untuk siswa dan mahasiswa, Alhamdulillah tercapai. Ini berkat Kementerian lainnya juga yang telah bekerja keras untuk mengamankan anggaran ini dari dana cadangan kita," tuturnya.

Nadiem meyebutkan, anggaran Rp9 triliun diambil dari optimalisasi anggaran Kemendikbud serta dukungan anggaran Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN), dan realokasi anggaran program Organisasi Penggerak (POP) yang pelaksanaannya ditunda hingga 2021 mendatang.

"Kami umumkan bahwa dana program POP yang digunakan tahun ini akan direalokasi untuk membantu guru dalam bentuk pulsa di masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)," ungkapnya.

BACA JUGA:  Ini Bacaan Niat Puasa Tasua dan Asyura Pada Jumat-Sabtu, 28-29 Agustus 2020

Alasan Nadiem menunda POP tahun ini tidak lain ingin merangkul kembali ormas besar di dunia pendidikan yang sebelumnya memilih untuk mengundurkan diri (NU dan Muhammaddiyah).

"Kemudian untuk memastikan persiapan di masa covid, agar program itu bisa terjaga dengan baik, memberikan ormas tersebut waktu untuk merencanakan program pelatihan, transformasi sekolahnya di masa covid-19 ini dengan lebih detail," terangnya.

Terlebih lagi, kata Nadiem, penundaan POP tahun ini sekaligus untuk memastikan dan menjawab kecemasan masyarakat maupun ormas. Menyusul selama ini muncul anggapan jika terdapat organisasi yang tidak layak namun lolos POP.

"Kita akan mengecek dan memverifikasi rekam jejak ormas masing-masing, sekecil apapun kalau dia lulus seleksi harus kita cek dan ricek dan ricek," tegasnya.

BACA JUGA:  ‘Kalau KAMI itu Gerakan Moral, Harusnya Jangan Ada Poster Pemakzulan Presiden’

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbud, Sutanto menambahkan, bahwa pemberian kuota internet gratis ini untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan jarak jauh (PJJ).

"Dari kebijakan Presiden Joko Widodo dalam membantu proses PJJ, rencananya Kemendikbud akan memberikan bantuan kuota bagi guru dan siswa," kata Sutanto.

Sutanto menjelaskan, pemberian kuota internet gratis tersebut langsung diberikan ke nomor telepon seluler siswa dan guru. Rencananya, Kemendikbud akan memberikan subsidi kuota internet untuk siswa dan guru maupun mahasiswa dan dosen selama empat bulan yakni September hingga Desember 2020.

BACA JUGA:  Vanessa Angel gak Mampu Beli Token Listrik, Rumah Gelap Selama 20 Jam

"Kami mohon agar sekolah segera mengidentifikasi nomor telepon siswa dan guru, dan segera dimasukkan di data pokok pendidikan (dapodik). Pemerintah membantu memberikan kuota internet, sehingga nantinya yang diberikan tidak dalam bentuk uang," katanya.

Sutanto meminta, bagi sekolah yang berada di zona kuning dan hijau, yang sudah melakukan pembelajaran tatap muka untuk segera mengisi daftar isian di dapodik.

Admin
Penulis